Komisi II DPR akan “Kuliti” PKPU Usai MK Putuskan Batas Usia Capres-Cawapres
Mataram (NTBSatu) – Komisi II DPR RI akan “menguliti” Peraturan Komsi Pemilihan Umun (PKPU) terkait minimal batas usia Capres-Cawapres saat revisi nanti malam. Dalam rapat Komisi II DPR RI tersebut akan hadir KPU, BAwaslu, Kemendagri, dan DKPP.
Rencananya rapat tersebut akan digelar pukul 19.00 WIB. Hal ini diungkapkan oleh anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Ya, nanti jam 19.WIB, kita bahas PKPU dan Perbawaslu. Tentu hadir dari KPU, Bawaslu, Kemendagri, DKPP serta Anggota Komisi II lainnya,” jelasnya.
Mantan Tim Pemenamngan Prabowo di Pemilu 2019, Mardani mengatakan komisi II DPR RI akan menguliti habis PKPU dan Perbawaslu. Terutama prihal pembahasan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi terhadap UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terkait batas usia capres-cawapres.
Berita Terkini:
- Akademisi Unram Soroti Seleksi Direksi PT GNE, Pansel Dinilai Cacat Prosedur
- Aruna Senggigi Resort & Convention Hadirkan Promo Spesial Lebaran 2026
- Warga Sekotong Ditemukan Meninggal Dunia di Tambang Ilegal Lombok Tengah
- Daftar Lokasi Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lombok Timur, Masjid Besar hingga Lapangan Terbuka
“Kita akan kuliti PKPU pendaftaran capres dan cawapres,” tegas Panglima Pemenangan Anies di Pilgub DKI Jakarta ini.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi ketentuan yang diatur dalam Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Hasilnya, MK telah memutuskan untuk mengizinkan minimal batas usia Capres-Cawapres menjadi 40 tahun, atau memiliki pengalaman sebagai kepala daerah dapat mencalonkan diri sebagai capres-cawapres
Pada saat itu, MK menegaskan bahwa putusan ini dapat berlaku pada Pilpres 2024.
Sementara itu, jika komisi II DPR RI berhasil merevisi PKPU terutama prihal minimal batas usia capres-cawapres, maka hal itu berpotensi akan mengakibatkan batalnya salah satu pasangan cawapres yang sudah mendaftar di KPU sebagai peserta pemilu di Pilpres 2024 mendatang. (SAT)



