Aktivis Lingkungan WWF Soroti Kebun Binatang Mini di Loang Baloq Mataram
Mataram (NTB Satu) – Keberadaan kebun binatang mini atau mini zoo yang ada di taman wisata Loang Baloq Kota Mataram mendapatkan perhatian dari pemerhati lingkungan di Nusa Tenggara Barat terkait sistem pengelolaan dan perizinannya.
Aktivis lingkungan dari World Wild Found for Nature (WWF) Indonesia, Muhammad Ridha Hakim mengatakan, keberadaan kebun binatang mini tersebut harus diperhatikan, mulai dari koleksi satwa, perlindungannya, serta aturan teknis penempatan satwa yang ada.
Baca Juga:
- TPG Gaji ke-13 di Mataram Dipastikan Cair Besok
- Negara Hadir untuk Guru Honorer: Jalan Panjang Menuju Kesejahteraan yang Berkeadilan
- Baznas Buka Lowongan Kerja Februari 2026, Cek Formasi dan Syarat Pendaftarannya
- Buronan Kasus Korupsi Dana Desa di Sumbawa Barat Ditangkap di Mataram
“Kalau menurut saya jika ada koleksi satwa, yang masuk kategori satwa liar yang dilindungi, maka wajib hukumnya memiliki izin dari BKSDA setempat, karena itu sudah ada aturan dari Menteri Kehutanan,” jelasnya Rabu 2 Agustus 2023.
Beberapa aturannya merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (SDAE), juncto Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Perlindungan Satwa Liar dan Tumbuhan, juncto PP Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar.



