Ali BD Memang Beda, Kali ini Kritik MUI karena Labeli Al Zaytun Sesat
Mataram (NTB Satu) – Tokoh politik NTB yang juga dikenal karena kontroversinya, Ali Bin Dachlan atau Ali BD, rupanya mengamati polemik yang menyangkut Pesantren Al Zaytun.
Permasalahan semakin meruncing ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyimpulkan ajaran Pesantren Al Zaytun di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu menyimpang atau sesat.
Hal itu memancing komentar Ali Bin Dachlan. Melalui postingan Facebooknya, Ali Bin Dachlan mempertanyakan legitimasi MUI dalam memberi label sesat kepada sebuah kelompok.
Baca Juga:
- Honorer Non-Database Terancam Dirumahkan, Pemkab Bima Tunggu Arahan Pusat
- Angin Segar Bagi Pariwisata Gili, PN Surabaya Perkuat Legalitas Kerja Sama Air Bersih Lombok Utara
- BEM dan DPM Unram Sambut Antusias Penentuan Rektor Baru
- Miris, Pungutan Tambang Lotim Kalah dengan Parkir Kota Mataram Selama 2025
“MUI itu organisasi kemasyarakatan atau LSM. Bolehkah yang bersangkutan memutuskan sebuah organisasi atau paham atau pendapat orang lain dikategorikan sesat atau menista agama? Siapa yang memberikan kewenangan? Mengingat bahwa organisasi tersebut bukan lembaga pemerintah?,” tulis Ali BD di akun media sosialnya, dikutip Sabtu, 15 Juli 2023.
Ia menyarankan, agar penegak hukum tidak terlalu berpusat pada fatwa MUI dalam mengambil keputusan hukum. Melainkan pada ahli independen dari berbagai disiplin keilmuan.



