Ali BD Memang Beda, Kali ini Kritik MUI karena Labeli Al Zaytun Sesat
Mataram (NTB Satu) – Tokoh politik NTB yang juga dikenal karena kontroversinya, Ali Bin Dachlan atau Ali BD, rupanya mengamati polemik yang menyangkut Pesantren Al Zaytun.
Permasalahan semakin meruncing ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyimpulkan ajaran Pesantren Al Zaytun di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu menyimpang atau sesat.
Hal itu memancing komentar Ali Bin Dachlan. Melalui postingan Facebooknya, Ali Bin Dachlan mempertanyakan legitimasi MUI dalam memberi label sesat kepada sebuah kelompok.
Baca Juga:
- Kerja Sama Sunda Kecil NTB, Bali, dan NTT Resmi Dimulai
- Jelang Ramadan, Harga Sembako di Sumbawa Masih Stabil
- Bupati LAZ Lantik 2.997 PPPK Paruh Waktu Pemkab Lombok Barat
- 5.578 Bayi Baru Lahir di Sumbawa Terancam Dinonaktifkan dari BPJS Kesehatan
“MUI itu organisasi kemasyarakatan atau LSM. Bolehkah yang bersangkutan memutuskan sebuah organisasi atau paham atau pendapat orang lain dikategorikan sesat atau menista agama? Siapa yang memberikan kewenangan? Mengingat bahwa organisasi tersebut bukan lembaga pemerintah?,” tulis Ali BD di akun media sosialnya, dikutip Sabtu, 15 Juli 2023.
Ia menyarankan, agar penegak hukum tidak terlalu berpusat pada fatwa MUI dalam mengambil keputusan hukum. Melainkan pada ahli independen dari berbagai disiplin keilmuan.



