Kota Mataram Belum Bebas dari Anjal dan Gepeng, Ini yang Dilakukan Dinsos
Mataram (NTB Satu)- Fenomena anak jalanan (Anjal) dan gelandang pengemis (Gepeng) di Kota Mataram masih marak. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram terkadang kecolongan di wilayah Sandubaya dan Gomong.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Sudirman mengaku bahwa pihaknya masih tetap mengawasi dan memiliki satuan petugas (satgas) khusus untuk memantau. Jumlahnya sebanyak 45 petugas.
Baca Juga:
- Oknum Pegawai Bank di Bima Ditahan Jaksa, Diduga Korupsi Kredit Mandiri Rp7,1 Miliar
- Jual di Atas HET, Dua Pangkalan LPG di Sumbawa akan Ditutup
- Kunjungan Wisata Hiu Paus Menurun, Dispopar Sumbawa Soroti Kebocoran Pendataan dari Jalur Laut
- Serba Murah, Ini 5 Tempat Grosir Lengkap Perabot untuk Anak Kos di Mataram
“Dengan jumlah 45 petugas tetap diisi sesuai dengan jadwal waktu yang ditentukan,” jelasnya Rabu 12 Juli 2023.
Waktu penugasan Satgas dalam sehari dibagi menjadi tiga sif yaitu, pagi pukul 08.00 sampai dengan 13.00 Wita. Siang pukul 13.00 sampai 18.00 Wita dan malam pukul 18.00 sampai 21.00 WITA.
“Seluruh petugas selalu terisi penuh, di setiap titik lokasi yang memungkinkan adanya Anjal dan Gepeng tersebut,” ucapnya.



