Kota Mataram Belum Bebas dari Anjal dan Gepeng, Ini yang Dilakukan Dinsos
Mataram (NTB Satu)- Fenomena anak jalanan (Anjal) dan gelandang pengemis (Gepeng) di Kota Mataram masih marak. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram terkadang kecolongan di wilayah Sandubaya dan Gomong.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Sudirman mengaku bahwa pihaknya masih tetap mengawasi dan memiliki satuan petugas (satgas) khusus untuk memantau. Jumlahnya sebanyak 45 petugas.
Baca Juga:
- Dinas Dikbud Lobar akan Luncurkan Aplikasi SILORA, Permudah Akses Informasi Kebudayaan
- Eks Kapolres Bima Kota Bakal Jalani Sidang Etik Kamis Pekan ini Usai Jadi Tersangka Narkoba
- Kronologi Eks Kapolres Bima Kota Ditangkap Kasus Narkoba: Terungkap dari Istrinya, Polwan, dan Pembantu
- Siap-siap Tajir! Ini Tiga Shio Paling Hoki di Tahun Kuda Api 2026
“Dengan jumlah 45 petugas tetap diisi sesuai dengan jadwal waktu yang ditentukan,” jelasnya Rabu 12 Juli 2023.
Waktu penugasan Satgas dalam sehari dibagi menjadi tiga sif yaitu, pagi pukul 08.00 sampai dengan 13.00 Wita. Siang pukul 13.00 sampai 18.00 Wita dan malam pukul 18.00 sampai 21.00 WITA.
“Seluruh petugas selalu terisi penuh, di setiap titik lokasi yang memungkinkan adanya Anjal dan Gepeng tersebut,” ucapnya.



