ADVERTORIAL

Hadir di Dompu, Kadis Nakertrans NTB Minta PT. STM Perhatikan Unsur K3

Mataram (NTB Satu) – Kepala Disnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi S.Sos., M.H., mengajak seluruh perusahaan mitra, kontraktor dan para pekerja untuk terus memperkuat dan menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya disiplin dan budaya kerja yang mengutamakan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Hal tersebut disampaikan Gede saat menjadi Inspektur Upacara pada Puncak Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di PT. Sumbawa Timur Mining (PT. STM) di Hu’u Kabupaten Dompu, Rabu, 15 Januari 2023.

Menurut Gede, terdapat lima langkah preventif yang perlu dilakukan agar terhindar dari resiko kecelakaan kerja.
Pertama, sadar bahwa setiap pekerjaan memiliki resiko yang kecil maupun besar.

“Biasanya kecelakaan kerja terjadi karena pekerja menganggap sepele hal-hal kecil yang bisa memicu kecelakaan dan akhirnya barakibat fatal,” ungkap Gede.

Selanjutnya, perlu mengidentifikasi seluruh kemungkinan resiko yang timbul saat bekerja. Kemudian, membuat standar operasional buatkan SOP mengeliminasi risiko bekerja.

Kemudian, Gede menyarankan untuk melaksanakan sosialisasi dan ibatkan seluruh pihak untuk memahami maksud, tujuan, manfaat dan pentingnya penerapan standar operasional yang telah dibuat. Maka, Gede menekankan agar standar operasional tersebut dapat benar benar menjamin keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan kerja.

“Jika hal tersebut dilakukan, terlebih menjadi nilai utama kebijakan perusahaan, tentu para pekerja dan setiap orang yang ada di tempat kerja ajan terketuk hati dan kesadarannya untuk menjadikan panduan tersebut sebagai bagian dari kebutuhan hidup. Kemudian, lama kelamaan menjadi kebiasaan hidup, akhirnya membentuk karakter atau etos kerja individu,” sebut Gede.

Terkait dengan komitmen PT. STM untuk memberdayakan pekerja lokal, Gede merasa hal tersebut telah berjalan cukup baik, terbukti 80 persen pekerjanya merupakan putri-putri dompu. Meskipun perusahaan tambang tersebut masih berada dalam tahapan eksplorasi, dan belum eksploitasi, tetap saja keterlibatan masyarakat lokal adalah hal yang menggembirakan.

Kepada para pekerja, Gede mengajak untuk menumbuhkan semangat mencintai setiap pekerjaan atau tugas yang diberikan. Sehingga, dapat melakoni tugas tersebut dengan tulus dan penuh tanggung jawab serta menikmati setiap proses atau tantangannya. Apabila diawali dengan rasa kecintaan, maka akan tumbuh budaya kerja yang baik, budaya tertib dan penuh spirit untuk sukses.

“Kami berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja menjadi suatu budaya dan kebutuhan. Tanpa mengutamakan keselamatan dan kesehatan, semua akan sia-sia,” papar Gede.

Acara di Dompu diawali dengan upacara dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba-lomba K3, diantaranya lomba pre-use inspeksi (P2H), lomba P3K (CPR/RJP), Lomba Fun Run 5 Km, dan Lomba Twibbon Bulan K3 Nasional. Serta, pertunjukkan dari Emergency Respons Team.

Dalam memperingati bulan K3, PT. STM melaksanakan kegiatan donor darah yang bekerjasama dengan RSUD Dompu dan berhasil mengumpulkan 82 kantong darah. Setelah Upacara K3 dilanjutkan dengan Workshop K3 yang diikuti oleh 17 perusahaan mitra dari total 30 perusahaan mitra.

Pada sesi seminar dan diskusi, Gede mengimbau pimpinan di setiap perusahaan ekplorasi pertambangan di Kabupaten Dompu untuk senantiasa menjadi contoh dalam menerapkan K3.

Gede juga mengingatkan seluruh pimpinan Perusahaan agar tertib dan rutin melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap seluruh peralatan dan mesin seperti alat-alat berat serta bahan yang digunakan dalam proses produksi maupun proses pelayanan dan penelitian agar memenuhi standar K3.

Gede meminta perusahaan membangun komunikasi dan koordinasi yang intens dengan pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi serta lebih terbuka terkait perencanaan kebutuhan dan rekrutmen tenaga kerja serta disiplin melaporkan perkembangan perusahaannya, baik melalui WLKP maupun laporan rutin jika terjadi perubahan kebutuhan dan pekerja di perusahaan.

“Keterbukaan dan komunikasi itu penting untuk menghindari misinformasi dan disinformasi sekaligus dapat menjawab pertanyaan publik terkait dengan perkembangan perusahaan dalam upaya ikut berkontribusi membangun daerah,” pungkas Gede. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button