INFO NTB

IPM NTB Tumbuh Tertinggi Kedua di Indonesia Setelah Papua

Mataram (NTB Satu) – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Bahkan pertumbuhannya menjadi tertinggi kedua di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin mengatakan, IPM Provinsi NTB terus mengalami peningkatan seiring dengan penanganan pandemi Covid-19 yang berjalan dengan baik.

IPM Provinsi NTB mencapai 69,46 pada tahun 2022, meningkat hingga 1,18 persen dibandingkan tahun 2021. Dengan capaian ini, rata-rata pertumbuhan IPM tahun 2010-2022 menjadi sebesar 1,07 persen per tahun.

Dengan demikian, pertumbuhan IPM NTB tertinggi kedua di Indonesia, setelah Papua. Peningkatan capaian IPM Provinsi NTB Tahun 2022 disebabkan oleh meningkatnya pertumbuhan seluruh komponen pembentuk IPM, terutama rata-rata lama sekolah dan pengeluaran riil per kapita. Seluruh komponen pembentuk IPM Provinsi NTB mengalami percepatan pertumbuhan, kecuali komponen harapan lama sekolah pada dimensi pengetahuan yang pertumbuhannya melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010 hingga 2022, UHH Provinsi NTB telah meningkat sebesar 3,25 tahun atau rata-rata tumbuh sebesar 0,41 persen per tahun.

Pada tahun 2010, Umur Harapan Hidup saat lahir di Provinsi NTB adalah 63,82 tahun dan pada tahun 2022 mencapai 67,07 tahun. Akibat pandemi Covid-19, UHH Provinsi NTB tahun 2020 dan tahun 2021 mengalami perlambatan, yaitu masing-masing tumbuh 0,35 persen dan 0,27, melambat dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2019 yang mencapai 0,62 persen. Kemudian IPM Provinsi NTB tumbuh sebesar 0,57 persen pada tahun 2022.

Lanjut Wahyudin, dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun ke atas dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas. Capaian kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada masa pandemi Covid-19, HLS Provinsi NTB masih mengalami peningkatan pertumbuhan yang baik, sedangkan RLS Provinsi NTB justru mengalami perlambatan.

Selama periode 2010 hingga 2022, HLS Provinsi NTB rata-rata meningkat 1,52 persen per tahun dan RLS Provinsi NTB rata-rata meningkat 2,40 persen per tahun.

Dimensi ketiga yang mewakili pembangunan manusia adalah standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran riil per kapita (atas dasar harga konstan 2012) yang disesuaikan.

Pada tahun 2022, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan masyarakat NTB mencapai Rp10,68 juta per tahun. Capaian ini meningkat sebesar 2,93 persen dibandingkan tahun 2021, seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. Pengeluaran per riil kapita yang disesuaikan Provinsi NTB pada tahun 2021 dan 2022 terus meningkat setelah pada tahun 2020 mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.(ABG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button