Ekonomi Bisnis

Produksi Padi NTB Naik tapi Daya Beli Petani Tertekan

Mataram (NTBSatu) – Kinerja produksi padi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang 2025 menunjukkan tren meningkat. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat, luas panen padi mencapai 322,90 ribu hektare. Bertambah 41,18 ribu hektare dari tahun sebelumnya.

Kenaikan luas panen ini mendorong produksi padi mencapai 1,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Tumbuh 17,56 persen secara tahunan.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin mengatakan, capaian produksi tersebut tidak terlepas dari berbagai intervensi pemerintah yang mendorong peningkatan intensitas tanam di tingkat petani.

“Produksi padi 2025 meningkat cukup signifikan karena adanya perluasan areal tanam dan peningkatan frekuensi tanam. Bantuan pompa air, ketersediaan pupuk, serta penggunaan benih unggul menjadi faktor pendukung utama,” kata Wahyudin dalam rilis Berita Statistik, Senin, 2 Februari 2026.

Selain faktor produksi, ia menilai, penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen menjadi Rp6500 per kilogram juga memberi sinyal positif bagi petani untuk meningkatkan usaha taninya.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button