IKLAN
Mataram

Pengakuan Pelaku Prostitusi di Mataram, Bisa Layani 6 Pelanggan Semalam hingga Mampu Beli Rumah

Mataram (NTB Satu) – Bisnis prostitusi di Kota Mataram tampaknya masih menjanjikan bagi mereka yang terjun di dunia itu. Pelaku bisnis esek-esek ini mengaku bisa layani 6 pelanggan per malamnya. Hingga dirinya mengaku dapat membeli rumah dari bisnis yang ia geluti itu. Lantas berapa penghasilan mereka?

Sumber yang ditemui Ntbsatu.com, sebut saja Mawar (nama samaran), mengaku memasang tarif Rp 300 ribu untuk satu kali main, kepada pelanggan yang ingin memakai jasanya.

IKLAN

“Saya tawarin Rp 300 ribu, nanti kan ditawar lagi sama mereka, (Pelamggan, red) itu untuk sekali main. Kalau per malamnya bisa sampai 6 pelanggan,” kata Mawar.

Wanita berusia 40 tahun itu juga mengaku, hanya mengambil bokingan untuk sekali kencan sampai dengan durasi pelayanan satu jam dengan tarif Rp 1,2 juta.

“Kalau ambil itu, mainnya langsung di sini di lokasi yang sudah saya tentukan. Soalnya saya trauma kalau dibawa, karena sempat dapat perlakuan tidak enak,” tuturnya.

Mawar yang mengaku mangkal di salah satu wilayah di kota Mataram itu juga menuturkan, mulai keluar pada pukul 20.00 Wita. Namun, diakuinya bisnis prostitusi di Kota Mataram juga sengit persaingan.

“Persaingan juga sengit disini, karena saya rasa banyak juga yang tidak suka sama saya, karena mungkin pelanggan saya banyak dibanding mereka. Di sini tu pintar-pintar komunikasi saja intinya,” cetusnya.

Meski begitu, wanita yang mengaku berasal dari Jawa Timur ini menyatakan, dirinya menggeluti dunia prostitusi itu tidak untuk sekedar bersenang-senang. Namun, hal itu ia geluti demi membiayai hidup keluarganya sehari-hari.

“Sudah satu tahun lebih kerja beginian, sudah bisa beli rumah. Kan kita kerja begini bukan untuk senang-senang. Tapi hasilnya itu juga buat hidup sehari-hari,” tandasnya.

Diceritakannya, dirinya tidak menawarkan diri via Aplikasi atau nomor telpon. Hanya saja, dilokasi atau wilayah tersebut, sudah dikenal sebagian besar orang, sebagai tempat bisnis prostitusi.

“Saya tidak pernah sebar nomor HP, jadi kan mereka (pelanggan,red) sudah kenal wilayah disini. Tidak asinglah tempat ini, ketika mereka datang ta tinggal pilih saja mau sama siapa,” tandasnya. (TJ/ARH/MIL)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button