Mataram

Pendapatan Parkir di Kota Mataram Melonjak 300 Persen, Ini Rahasianya

Mataram (NTB Satu) – Nilai pendapatan jasa parkir di Kota Mataram mengalami kenaikan signifikan. Hal ini setelah Bank Indonesia mengintervensi dengan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.

Bank Indonesia menjadikan Kota Mataram sebagai percontohan penggunaan QRIS ditempat-tempat parkir. Pembayarannya tidak dengan uang tunai, cukup dengan fasilitas pembayaran yang terdapat pada ponsel. Bayar parkir secara otomatis langsung masuk ke rekening daerah. Sehingga potensi-potensi kebocoran dari parkir dapat ditekan.

“Pendapatan dari parkir di Kota Mataram bisa dimaksimalkan lagi. Sejak dimulai proyek percontohannya Januari 2021 lalu, sekarang sudah langsung naik 300 persen pendapatan parkirnya. Potensinya bisa lebih besar lagi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji.

Dengan pemanfaatan QRIS di Kota Mataram, Heru Saptaji merinci, perolehan retribusi parkir pada Juni Tahun 2022 meningkat sangat signifikan, yakni 166% atau dari sebesar Rp1,23 miliar pada bulan Juni tahun 2021, menjadi Rp3,3 miliar pada bulan Juni 2022.

Pencapaian selama 6 bulan terakhir sejak Januari hingga Juni 2022 sebesar Rp3,3 miliar tersebut diproyeksikan akan menjadi Rp7 miliar sampai dengan akhir tahun 2022, sehingga diekstrapolasikan pendapatan parkir non tunai akan meningkat sebesar 268% dari sebesar Rp1,9 miliar pada akhir tahun 2021 menjadi sebesar Rp7 miliar di akhir tahun 2022.

Keberhasilan ini tentunya juga didukung oleh tingkat pemahaman/ literasi masyarakat dan SDM juru parkir atas digitalisasi sistem pembayaran yang terus lebih baik. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia mengharapkan pajak dan retribusi lainnya juga dapat menjadi katalis baru dalam peningkatan penerimaan pajak Provinsi NTB.

Di Kota Mataram sendiri, saat ini terdapat sebanyak 798 yang sudah menggunakan fasilitas QRIS. Dan jumlah ini akan terus ditingkatkan. Rencananya, selain Kota Mataram, Bank Indonesia akan ekspansi memfasilitasi QRIS di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Bima.

Heru Saptaji juga menyampaikan pentingnya membawa tren digital dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat menghadapi tantangan perekonomian di masa kini dan masa depan. Hal ini berkaitan dengan proses digitalisasi pembayaran yang sudah terbukti mampu menjaga transaksi ekonomi masyarakat di tengah pandemi, sehingga perluasan penggunaannya harus terus ditekuni, diantisipasi, dan diakselerasi secara lebih baik lagi.

Pengimplementasian dan pemanfaatan digitalisasi pembayaran juga dikembangkan ke perguruan tinggi di NTB. Penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital di Provinsi NTB sendiri telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dimana pada bulan Maret 2022 Bank Indonesia mencatat sebanyak 141.280 merchant telah memiliki QRIS dan 73.515 pengguna (user) telah memakai QRIS dalam bertransaksi termasuk 44.051 diantaranya yang merupakan pengguna baru pada tahun ini.

Guna terus meningkatkan dan memperluas pemakaian QRIS di masyarakat khususnya di kalangan pengguna, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB kemudian menginisiasi event QRIS Goes to Campus dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Mataram.(ABG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button