Mataram

Earth Hour Kritik Pengelolaan Sampah Taman Rekreasi Loang Baloq

Mataram (NTB Satu) – Taman indah tentu menjadi wajah yang baru bagi citra kota. Kini, Kota Mataram memiliki Taman Rekreasi Loang Baloq. Taman tersebut cukup indah, sebab dikelilingi sarana dan prasarana yang cukup mendukung. Taman itu diresmikan pada Senin, 31 Januari 2022 lalu, oleh Pemerintah Kota Mataram.

Namun, tanggapan lain muncul dari Wibisono Setiyoadi, Koordinator Kota Earth Hour Mataram, sebuah organisasi yang aktif menyuarakan isu-isu lingkungan.

IKLAN

Wibisono mengatakan pembenahan Taman Rekreasi Loang Baloq cukup bagus, akan tetapi tidak boleh selesai hanya sampai tahapan seremonial belaka.

“Sudah cukup bagus. Namun, jika tempat itu (Taman Rekreasi Loang Baloq) tidak terawat, sama artinya bohong,” ujar Wibisono, merespons ntbsatu.com, Sabtu, 5 Februari 2022.

Wibisono juga menyampaikan kekecewaannya kepada Pemkot Mataram terkait soal acara besar-besaran yang diadakan serta melibatkan banyak orang. Padahal, pandemi masih terus menghantui masyarakat.

“Seharusnya pemerintah memikirkan strategi lain bagaimana taman tetap diresmikan, tapi tidak membuat kerumunan, soalnya ini masih pandemi,” ucap Wibisono.

Komunitas Earth Hour Mataram dan sejumlah komunitas lingkungan lainnya, kerap kali mengadakan clean-up di Pantai Loang Baloq. Lalu, sampah yang terkumpul, sering kali memasuki angka yang terkadang tidak rasional.

“Kami (Earth Hour Mataram) sudah sejak lama melakukan clean-up dan berakhir begitu-begitu saja, tidak ada perubahan. Yang ada malah sampah makin meningkat,” kritiknya.

Pihaknya berharap pemerintah menggiatkan edukasi soal lingkungan dan membuat regulasi yang tegas dan jelas terkait soal sampah.

Sebab, masalah yang paling krusial di Loang Baloq adalah soal kebersihan.

Kemudian, alih-alih mengurusi masalah sampah di Loang Baloq, Pemkot Mataram malah membuat pesta, yang terkesan hanya seremonial belaka.

Padahal pada kenyataannya, hilir dekat pantai Loang Baloq, belum memiliki jaring-jaring yang digunakan untuk menangkal sampah agar tidak berlabuh di laut.

“Sepengetahuan saya tidak ada (jaring-jaring penangkal sampah) di Loang Baloq,” terang Wibisono.

Saat ditanya mengenai harapannya akan Taman Rekreasi Loang Baloq, Wibisono menyampaikan peran seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk mendukung aspek kebersihan.

“Kota Mataram dikelilingi oleh pesisir. Atas dasar itu menjaga kebersihannya, sangatlah penting. Maka, kesadaran seluruh lapisan masyarakat akan kebersihan sangat diperlukan. Kita tidak boleh saling menunjuk mana yang benar, mana yang salah. Yang kita perlukan adalah bekerja sama demi terciptanya lingkungan yang bersih dan aman dari sampah,” tutup Wibisono. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button