PON XX Papua

Motor Bekas di Balik Medali Emas Cabor Otomotif NTB

Mataram (NTB Satu) – Meraih medali emas di cabang olahraga (Cabor) Otomotif, bukan perkara mudah bagi tim asal NTB. Berbagai cara dilakukan agar bisa tembus jadi bagian dari Cabor yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pelatih balap motor NTB M. Yacob Panine mengungkapkan bagaimana kegigihannya bersama atlet dan official untuk berjuang dengan dana dan fasilitas minim.

IKLAN

Tiga bulan menjelang PON, dua atlet muda Aldiaz Aqsal Ismaya dan I Nyoman Rajendra yang jadi besutannya, harus meminjam motor agar latihan memenuhi syarat.

Selama menggunakan motor pinjaman itu, loby loby terus dilakukan ke Pemda agar dana turun.

Atlet NTB saat latihan

Setelah upaya lobi ke Pemda, dana untuk pemusatan pelatihan daerah (Pelatda) tahap pertama cair untuk Cabor otomotif sebesar Rp 100 juta. Dari jumlah itu, alokasi untuk pembelian motor sebesar Rp 30 juta.

Alokasi itu relatif kurang untuk membeli motor baru dan komponen pendukung. Mensiasati kekurangan anggaran, Yacob dan timnya membeli motor bekas seharga Rp 10 juta, kemudian dilakukan upgrade agar standard sesuai spesifikasi motor balap. Dengan budget itu, timnya membeli motor bekas merk Yamaha MX King 150 CC.

Dengan dibelaki skill meracik mesin dan body kendaraan, mereka kemudian melakukan upgrade agar memenuhi syarat motor balap kelas standard.

“Total kita hitung untuk beli motor dan komponennya itu Rp 15 juta. Sisa anggarannya kita pakai untuk maintenance, seperti ganti oli, ganti ban, belum lagi terjadi crash, harus diperbaiki lagi,” ujar Yacob.

Dengan modal motor bekas itu, Aldiaz Aqsal Ismaya dan I Nyoman Rajendra terus menggenjot latihan. Meski kendaraan bekas, tak jadi pantangan untuk mengasah skill menggeber kuda besi jenis motor bebek tersebut.

Atlet balap motor NTB juara

“Kita maksimalkan yang ada, syukurnya semua berjalan dengan lancar,” ujar pemilik bengkel Ricky Motor Jalan Amir Hamzah Mataram ini.

Setelah PON semakin dekat, timnya mendapat suntikan dana tambahan melalui Ketua Cabor. Dana itu kemudian dipakai untuk membeli berbagai kebutuhan perangkat. Seperti wear pack, sepatu, helem dan sarung tangan yang memenuhi standard safety.

Hari H pertandingan tiba, kedua pembalap muda itu menggeber motor di kelas beregu. Dengan energi dan semangat yang mereka bawa dari daerah. Aldiaz dan Rajendra akhirnya menggondol medali emas.

Kesabaran dan telaten akhirnya berbuah manis. Menurut Yacob ini buah dukungan dan kerjasama total dari beberapa orang yang peduli dengan Cabor otomotif, seperti Junaidin dan Didik Darere.

Perolehan emas itu akan menjadi motivasi timnya untuk mencari talenta balap muda lainnya. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button