NTB

UMKM Lokal Harus Sambut WSBK dan MotoGP, 4 Faktor Agar Bisa Bersaing

Mataram (NTB Satu) – Provinsi NTB saat ini menjadi salah satu pusat perhatian dunia. Diawali dengan pergelaran event World Superbike (WSBK) di Mandalika tanggal 19-21 November 2021 mendatang. Setahun kemudian, event lebih mendunia, MotoGP.

Khusus untuk WSBK, kedatangan crew saja dibutuhkan kamar sekitar 1.000 kamar yang akan menginap di sekitar wilayah Mandalika, sedangkan di luar crew seperti promotor, supporter dan penonton akan menginap di hotel-hotel yang tersebar di seluruh NTB.

IKLAN

Moment ini harus disambut oleh para pekerja dan Pelaku usaha dengan menyiapkan diri  sebaik mungkin sehingga bisa mengisi berbagai peluang  emas yang terbuka di Daerah Super Prioritas (DSP) Mandalika.

Mulai dari kesempatan kerja hingga penyediaan berbagai produk lokal yang berkualitas dan memiliki standar mutu skala internasional.

“Untuk bisa menghasilkan produk yang berkualitas, maka para pekerja dan pelaku usaha harus terus meng upgrade skill dan manejemen usahanya agar mampu menjadi aktor terdepan mengisi peluang pasar yang tersedia,” ujar Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi,  Senin (4/10).

Ada tiga hal yang menurut Gde sebagai syarat bersaing di dunia industri wisata ini :

Pertama, harus memiliki skill atau keterampilan dalam mengolah usaha.

Kedua, manajemen usaha.

Ketiga, Packaging yaitu bagaimana produk itu disajikan dengan baik.

Keempat, marketing. Bagaimana produk tersebut akan dipasarkan.

Pemerintah melalui Pergub Nomor 43 tahun 2020 mengeluarkan program Bela Beli Produk Lokal untuk membantu pelaku usaha lokal dalam pemasaran produk pasar modern dan hotel-hotel harus membeli produk lokal setempat. 

“Kemasannya harus terlihat menarik dan sesuai dengan standar yang ada. Misalnya untuk produk yang akan diekspor harus mencantumkan ingredients/komposisi bahan dan berbahasa inggris,” saran Mantan Kadiskominfotik NTB ini.

Gde juga menjelaskan di tahun ini pihaknya juga melakukan program pendampingan dalam bentuk Pelatihan Peningkatan Produktivitas di Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 2 paket, dimana setiap paket pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari 10 UMKM.  (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button