Unggahan Pilu Kakak Mahasiswi Unram yang Meninggal di Kos: Maaf Gagal Menjaga Kamu
Mataram (NTBSatu) – Kepergian NDR (21), mahasiswa Unram yang meninggal dunia di dalam kamar kosnya di wilayah Gomong, Mataram, pada Kamis, 17 Mei 2026, menyisakan duka bagi keluarga.
Unggahan pilu dari sang kakak di media sosial baru-baru ini menarik perhatian publik dan mendatangkan simpati luas dari warganet.
Melalui unggahan video singkat yang menampilkan transformasi foto masa kecil hingga momen kelulusan bersama, sang kakak mengekspresikan rasa kehilangan yang mendalam.
Dalam takarir video dari akun @dnnlm_, sang kakak menuliskan pesan perpisahan yang sangat menyentuh untuk adiknya.
“Bahagia di sana cantik, maaf kalau gagal jadi kakak buat jagain kamu, semua sayang sama kamu,” tulisnya.
Ungkapan Penyesalan dan Kerinduan
Dalam video yang beredar, menunjukkan foto masa kecil keduanya yang saling merangkul, selanjutnya gambar potret masa kini saat sang adik mengenakan toga kelulusan.
Suasana terlihat kontras pada potongan video berikutnya yang menampilkan pusara makam almarhumah NDR yang masih bertabur bunga segar.
Sang kakak seolah menyampaikan pesan untuk merefleksikan rasa bersalah, sekaligus kasih sayang yang tak sempat tersampaikan secara utuh.
Kepergian NDR secara mendadak di lingkungan tempat tinggal sementaranya sebagai perantau, merupakan pukulan berat bagi keluarga besarnya.
Penyelidikan Pihak Kepolisian
Sebelumnya, polisi menemukan jenazah NDR di dalam kamar kosnya oleh rekan dan penjaga, setelah mereka tidak bisa menghubungi korban.
Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian setempat, untuk proses evakuasi dan identifikasi lebih lanjut.
Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk teman dekat dan pemilik kos, guna melengkapi berkas pemeriksaan.
Peristiwa ini kembali memicu diskusi di media sosial, terkait pentingnya saling menjaga dan memantau keadaan sesama mahasiswa perantau yang tinggal jauh dari keluarga.
Hingga saat ini, ucapan duka terus mengalir dari rekan-rekan kuliah korban, serta masyarakat luas yang turut merasakan kesedihan pihak keluarga. (*)




