Sumbawa

Ketua LAT Lantung Minta Pemerintah Proaktif Awasi Tambang Emas yang Viral

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Lembaga Adat Samawa (LAT) Kecamatan Lantung mendorong pemerintah lebih aktif mengawasi aktivitas tambang emas di wilayah Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa.

Ketua LAT Kecamatan Lantung, Safrianto alias Tonil menilai, aktivitas tambang tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup. Menurutnya, warga Lantung memiliki keterbatasan sumber penghasilan karena hanya mengandalkan satu kali musim panen setiap tahun.

Ia mengatakan masyarakat memanfaatkan hasil tambang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, hingga membayar kuliah.

IKLAN

“Kalau kami melihatnya, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, hingga kuliah. Itu yang membuat masyarakat datang ke lokasi,” ungkapnya kepada NTBSatu, Minggu, 7 Juni 2026.

Ia menjelaskan, aktivitas tambang berada di tiga desa, yakni Desa Lantung, Desa Ai mual, dan Desa Padesa. Warga dari Desa Sepukur serta sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Sumbawa juga mendatangi lokasi tersebut setiap malam.

Menurutnya, masyarakat masih menjaga ketertiban selama beraktivitas di kawasan tambang. Ia mengaku belum melihat konflik besar maupun korban akibat aktivitas penambangan rakyat tersebut.

IKLAN

“Kalau saya lihat selama ada aktivitas pertambangan rakyat di sini, tidak ada korban. Teriakan kecil memang ada. Tetapi beberapa hari kemudian kembali aman,” katanya.

Ribuan Orang Datang Melakukan Pertambangan

Ia mengungkapkan jumlah warga yang datang ke lokasi tambang setiap malam mencapai ribuan orang. Mereka berasal dari Kecamatan Moyo Hulu, Lape, Lopok, Maronge, Plampang, Alas, hingga Kecamatan Sumbawa.

Melihat tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tambang, Tonil meminta pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kepolisian memperkuat pengawasan serta pembinaan.

Menurutnya, pemerintah perlu hadir langsung di lapangan untuk mencegah potensi konflik, mengatur aktivitas masyarakat, dan menjaga keamanan kawasan tambang.

“Pemerintah harus proaktif turun ke lapangan sebelum terjadi persoalan. Camat, kepala desa, dan kepolisian harus ikut mengingatkan masyarakat agar tidak terjadi konflik,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah desa selama ini terus mengingatkan warga agar menjaga ketertiban dan menghindari perkelahian saat berada di lokasi tambang.

Terkait status legalitas tambang yang ramai menjadi perbincangan di media sosial, ia mengaku belum mengetahui secara pasti proses perizinannya. Namun, ia mendengar informasi mengenai pembentukan koperasi tambang rakyat di kawasan tersebut.

“Yang kami dengar sudah terbentuk koperasi tambang rakyat. Untuk perizinannya kami belum mengetahui secara detail,” katanya.

Ia berharap, masyarakat menjaga keamanan dan memperkuat kebersamaan selama beraktivitas di kawasan tambang.

“Kami berharap masyarakat saling menjaga, mempererat silaturahmi, dan menjaga situasi tetap kondusif supaya semua bisa mencari rezeki dengan aman,” katanya. 

Hingga berita ini terbit, Bupati, pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Asisten I Setda Sumbawa, serta sejumlah kepala OPD, belum memberikan tanggapan terkait aktivitas tambang emas di Kecamatan Lantung. Upaya permintaan keterangan NTBSatu melalui pesan WhatsApp dan telepon, tidak membuahkan hasil. (*)

Artikel Terkait

Back to top button