Sumbawa

Cerita Nurdin Dampingi Gubernur Iqbal di Sumbawa: Dini Hari “Gedor” Rumah Warga, Makan Seadanya

Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung progres pengerjaan proyek jalan Lenangguar – Lunyuk di Kabupaten Sumbawa, Minggu, 10 Mei 2026 lalu.

Kehadiran orang nomor satu di NTB itu ingin memastikan, proyek jalan tersebut berjalan sesuai rencana. Apalagi, proyek senilai miliaran rupiah itu sudah tiga kali perpanjangan kontrak.

Gubernur Iqbal tidak sendiri. Ada pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov), kawan, dan kerabatnya menemani. Salah satunya, eks Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Nurdin Ranggabarani.

IKLAN

Nurdin bercerita, ia bersama rombongan Gubernur Iqbal, tak hanya memantau proyek jalan Lenangguar – Lunyuk. Banyak hal. Meninjau Desa Berdaya Padasuka. Mengunjungi rumah warga jompo dan difabel, pengenalan cinta lingkungan untuk anak-anak usia dini (PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Pondok Pesantren se-Kecamatan Lunyuk.

“Lalu kami melanjutkan silaturahmi dan diskusi dengan Forum Masyarakat Lunyuk Bersatu, serta mengunjungi SMK Negeri Lunyuk, dan Bandar Udara Lunyuk,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif Matadata Institute ini mengatakan, rombongan Gubernur Iqbal, kembali dari Lunyuk menuju Mataram. Mereka melalui jalan lingkar Selatan Lunyuk – Sekongkang dan mampir salat Isya, sekitar pukul 23.30 Wita di Masjid Hijratussabil, Desa Aik Kangkung, Kecamatan Sekongkang.

IKLAN

Dalam perjalanan dari Aik Kangkung menuju Maluk, sebagian anggota rombongan mulai teler. Perut keroncongan. Bagaimana tidak, setelah mengisi perut siang hari, belum sempat lagi mengisi “tangki” hingga tengah malam.

“Karena sejak makan siang dengan nasi bungkus bersama anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan santri Ponpes, serta Forum Masyarakat Lunyuk Bersatu di teras Masjid Jamik Kecamatan Lunyuk, tangki belum diisi kembali,” kata Nurdin.

Tiba di Maluk Dini Hari

Setiba di Maluk pukul 01.30 Wita dini hari, Maluk sudah sepi. Rumah makan dan warung-warung sudah tutup. Raut wajah sebagian rombongan terlihat pucat. Dharo Jatun, salah satu rombongan yang ikut, mengambil inisiatif.

Ia mengontak sepupunya, Ahmad Naqib. Memang sudah lama tinggal di Maluk, menanyakan tempat makan yang masih buka. “Beruntung dinda Naqib belum tidur,” ujar Nurdin.

“Ke sini aja Kak Jatun. Ajak Kak Din ke sini. Kita siapkan ala kadarnya,” kata Nurdin menirukan ajakan Naqib kepada rombongan Gubernur Iqbal.

Ternyata Naqib mengontak dan minta tolong kepada temannya, Ronny Munir. Merupakan pemilik Coffee Shop Cia Shifana Cafe. Di mana malam itu sebenarnya sudah tutup.

“Alhamdulillah, Pak Ronny Munir bersedia. Dan wajah anggota rombongan pun terlihat semangat, berseri-seri kembali, karena ada cahaya harapan, ‘tangki’ mereka bisa terisi kembali,” ceritanya.

Usai makan malam dini hari, pemilik Cia Shifana datang menghampiri. Ia bertutur dan meminta maaf, karena hidangannya ala kadarnya.

“Maaf Pak Gub, Pak Nurdin, lauk seadanya. Karena sebenarnya tadi kami sudah tutup dan diminta buka oleh Pak Naqib. Katanya sepupunya datang. Tahu-tahu ada Pak Gub dan Pak Nurdin,” kata Pak Ronny.

Nurdin mengatakan, dirinya mengenal pemilik kafe ini. Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Maluk. Pada 2010, Ronny, sempat dua kali mengunjunginya ke rumah di Sumbawa Besar. Saat itu dia bersama pengurus lainnya, memintanya menjadi Dewan Penasehat KKSS Maluk dan saat mengantar undangan pelantikan pengurus.

“Terima kasih dari Pak Gub dan kami semua, kepada Pak Ronny Munir, owner Coffee Shop Cia Shifana, serta dinda Naqib dan Tuty. Malaikat penyelamat, yang telah berkenan mengisi ‘tangki’ rombongan kami, dan mengobati pucat pasi pasukan yg kelaparan,” ucap Nurdin menutup cerita perjalanannya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button