Uji Emisi TPST Senteluk Belum Rampung, Sejumlah Parameter Harus Diuji Ulang
Lombok Barat (NTBSatu) – Hasil uji emisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Senteluk, Lombok Barat (Lobar), hingga kini belum pemerintah publikasikan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar menyebut, sejumlah parameter masih harus menjalani pengujian ulang. Kepala DLH Lobar, M. Busyairi mengatakan, pengujian sebelumnya belum berjalan maksimal. Menurutnya, beberapa standar pengujian perlu mendapat pengulangan.
“Betul, memang seharusnya sudah keluar akhir September ini. Tapi memang ada beberapa yang harus diulang karena memang tidak maksimal kemarin itu,” kata Busyairi kepada NTBSatu, Rabu, 23 September 2026.
Menurut Busyairi, kendala teknis turut memengaruhi proses pengujian sebelumnya. Sehingga, pengujian ulang akan terlaksana Oktober mendatang.
“Dia tidak maksimal karena dari mereka juga ada gangguan. Intinya kan pas uji nya itu ada yang kurang, jadi mereka menjadwalkannya Oktober lagi nanti,” ujarnya.
Busyairi memperkirakan pengujian ulang berlangsung pada awal Oktober. Ia tidak merinci tanggal pastinya. “Awal Oktober sepertinya nanti,” katanya.
Polemik Asap Tunggu Kepastian
Uji emisi tersebut menjadi bagian penting dalam polemik asap TPST Senteluk. Sebelumnya, warga RT 04 Perumahan Griya Asri mengeluhkan asap dari fasilitas tersebut.
Jarak TPST dengan permukiman warga hanya sekitar 30 meter. Warga mengeluhkan asap masuk ke rumah pada waktu tertentu.
Baiq Nilawati Dewi, warga RT 04 Perumahan Griya Asri, juga mengaitkan asap tersebut dengan gangguan pernapasan anaknya. Rumahnya hanya berjarak kurang dari 30 meter dari lokasi TPST.
“Sampai anak saya itu nafasnya pendek, sesak, dan batuknya sampai sekarang. Kita bawa ke dokter, pas udah sembuh tetap batuk lagi, karena asap yang dihirup tiap malam,” ujar Dewi kepada NTBSatu beberapa waktu yang lalu.
Namun, hubungan antara asap TPST dan keluhan kesehatan tersebut belum terbukti melalui hasil pengujian. DLH sebelumnya meminta masyarakat menunggu hasil uji emisi. Kini, masyarakat masih harus menunggu hingga pengujian ulang selesai.
Pengujian Belum Maksimal
DLH sebelumnya menggandeng Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal) Kementerian Lingkungan Hidup. Pengujian berlangsung selama dua hari pada 10-11 Agustus 2026.
Tim menguji sejumlah indikator lingkungan di sekitar TPST Senteluk. Pengujian mencakup aspek emisi dan kondisi lingkungan sekitar fasilitas.
Sebelumnya, Sekretaris DLH Lobar, Masri Junihardi menyebut, ada beberapa indikator yang diuji oleh Pusarpedal. Di antaranya asap, air dan udara. Namun, saat itu ada indikator yang bermasalah juga.
“Dari uji emisi selama dua hari ini, cuma satu catatan indikator yang kurang kemarin, yakni di bagian uji pendaur ulangan air. Itu kita akan perbaiki hari ini agar optimal,” ujar Junihardi kepada NTBSatu beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut membuat hasil pengujian belum dapat menjadi dasar kesimpulan. Karena itu, DLH Lobar masih menunggu tim teknis menyelesaikan seluruh parameter pengujian. Setelah seluruh pengujian selesai, hasilnya baru dapat menjadi bahan evaluasi terhadap operasional TPST Senteluk. (*)




