Pemberian Tali Asih ASN KSB, BKPSDM Salurkan Anggaran DPA untuk Purnabakti
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa Barat kembali menyalurkan dana tali asih kepada 18 Aparatur Sipil Negara (ASN) purnatugas pada Kamis, 11 Juni 2026.
Selain penghargaan bagi pensiunan, instansi ini juga menyerahkan santunan duka secara langsung kepada satu ahli waris ASN. Agenda rutin ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap dedikasi para abdi negara selama puluhan tahun mengabdi.
Pemerintah daerah mengapresiasi loyalitas tinggi yang para pensiunan tunjukkan selama mengabdi di Bumi Pariri Lema Bariri. Langkah pembagian hak secara berkala ini sekaligus menjaga silaturahmi erat antara pemerintah dan mantan pegawai.
Kepala BKPSDM KSB, Agusman menegaskan, komitmen kuatnya untuk terus memperhatikan kesejahteraan para purnabakti. Pihaknya memastikan proses administrasi masa pensiun berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
“Kami menyerahkan hak ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas pengabdian panjang para ASN di daerah.” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis 11 Juni 2026.
Instansi terkait menyalurkan nominal uang tunai sebesar Rp3 juta rupiah untuk masing-masing orang purna tugas. Sementara itu, pihak keluarga mendiang pegawai menerima dana duka senilai Rp5 juta rupiah dari pemerintah daerah.
Kepala BKPSDM KSB memaparkan, pembiayaan seluruh santunan tersebut berasal langsung dari anggaran daerah. Pihaknya mengalokasikan pemenuhan hak jaminan sosial ini melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BKPSDM KSB.
“Sumber anggaran program santunan ini murni berasal dari DPA BKPSDM KSB,” ujarnya.
Regenerasi ASN
Gelombang pensiun pegawai secara berkala ini tentu memicu pengurangan jumlah personel aktif pada beberapa instansi. Meski demikian, BKPSDM menjamin dinamika tersebut tidak akan mengganggu kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi kekosongan jabatan. Opsi penataan pegawai internal menjadi solusi cepat demi menjaga roda organisasi pemerintahan tetap berputar stabil.
Pihak daerah juga mengandalkan kuota rekrutmen pegawai baru pada tahun ini untuk mengisi pos lowong. Penambahan personel melalui jalur resmi akan menyuplai tenaga segar pada sektor-sektor pelayanan yang membutuhkan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena kami sudah memetakan pengisian jabatan lowong dengan sangat matang,” pungkasnya (*)




