Kabupaten BimaPemerintahan

Program Prioritas Prabowo Hadir di Bima, Jembatan Garuda Samili Diresmikan

Bima (NTBsatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima bersama Kodim 1608/Bima meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Samili.

Jembatan Garuda tersebut merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Infrastruktur yang menghubungkan Dusun Sakali dengan Dusun Dora di Desa Samili, Kecamatan Woha menjadi pembangunan infrastruktur pertama Presiden di Kabupaten Bima.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Drs. Agus Salim mengatakan, pembangunan ini tak terlepas dari kerja sama Pemkab, Kodim 1608 Bima, pemdes serta masyarakat.

“Kami mengapresiasi kepada Kodim 1608/Bima, mitra kerja, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pembangunan jembatan tersebut,” kaya Agus Salim, Selasa 27 Oktober 2026.

Agus Salim berharap, Jembatan Garuda Samili bisa menjadi solusi strategis dalam mengatasi hambatan aksesibilitas masyarakat. Terutama untuk distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, dan mobilitas ekonomi.

“Jembatan Garuda Samili kini hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi kendala aksesibilitas. Mulai dari distribusi hasil pertanian, akses sekolah, hingga mobilitas ekonomi warga Desa Samili dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Bima berharap infrastruktur ini dapat memperlancar roda perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang ada di Desa Samili.

“Infrastruktur ini harus benar-benar hadir untuk kepentingan masyarakat. Saya meminta warga turut menjaga jembatan agar dapat digunakan secara berkelanjutan,” ucapnya menegaskan.

Program Prioritas Presiden

Sementara itu, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program prioritas Presiden.

Ia menyampaikan, jembatan tersebut menjadi pembangunan infrastruktur pertama dari program strategis Presiden Prabowo di Kabupaten Bima.

“Jembatan ini kita bangun untuk menghubungkan Dusun Sakali dan Dusun Dora di Desa Samili memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 3 meter,” katanya.

Untuk pengerjaan jembatan berlangsung kurang lebih lima bulan. Setelah pembangunan selesai, jembatan kemudian diresmikan agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Konektivitas yang terbentuk melalui pembangunan tersebut diharapkan mempermudah akses warga di kedua dusun, termasuk dalam menunjang kegiatan ekonomi, perjalanan menuju sekolah, serta berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Pembangunan ini juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan di wilayah pedesaan,” terangnya.

Sekadar informasi, keberlanjutan manfaat infrastruktur tetap membutuhkan perhatian bersama. Masyarakat perlu memelihara dan menggunakan jembatan ini sesuai peruntukannya. Serta, masyarakat juga harus tetap menjaganya agar berfungsi dengan baik.

Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting setelah pembangunan selesai. Ia berharap, pemerintah desa dan warga terus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga fasilitas publik tersebut. (MSR)

Artikel Terkait