Kasus Zahra Viral Dulu Baru Ditindak, Warganet Geram Sebut Polisi tak Sigap

Mataram (NTBSatu) – Gelombang kemarahan warganet kembali mengguncang jagat maya setelah kisah memilukan Zahra, anak perempuan berusia sembilan tahun, mencuat ke permukaan. Dugaannya, Zahra menjadi korban penculikan, kekerasan seksual, dan pembunuhan di wilayah Indolampung.
Kisah tragis ini mulai ramai menjadi pembicaraan, setelah sang ibu muncul dalam podcast milik Denny Sumargo dan membagikan kisah pilu yang menimpa buah hatinya.
Dalam video berjudul “Pak Polisi Tolong Tangkap Orang Ini, Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dibunuh Secara Sadis” di kanal YouTube @Curhat Bang Denny Sumargo, sang ibu bersama tante Zahra memaparkan seluruh kronologi.
Mereka menjelaskan, bagaimana jasad Zahra akhirnya ketemu dalam sebuah bedeng proyek yang terkunci. Awalnya, warga dan keluarga sudah memeriksa seluruh sudut proyek, namun satu ruang tetap tertutup rapat karena gembok.
Setelah kontraktor membuka kunci bedeng, beberapa warga menyenter ke dalam dan sempat tidak menemukan apa pun. Hingga akhirnya, salah satu orang melihat jempol kecil menyembul dari balik tikar.
Teriakan pun terdengar, menyusul kepanikan yang langsung melanda semua orang di sekitar lokasi.
“Dia ditutup tikar rapat. Awalnya enggak kelihatan. Tapi tiba-tiba ada yang bilang ‘tunggu, tunggu, itu kayaknya jempol kaki’,” cerita ibu Zahra dengan suara lirih di Podcast Denny Sumargo, Senin, 21 Juli 2025
Sang ibu dan ayah mencoba masuk, namun warga menahan mereka dan meminta mereka tetap tenang hingga polisi datang ke tempat kejadian.
Setelah satu bulan sejak laporan pertama, tidak terlihat hasil nyata dari pihak berwenang. Anehnya, hanya dalam dua hari setelah tayangan podcast Zahra viral, pelaku berhasil tertangkap.
Situasi ini langsung memicu reaksi publik yang menilai, aparat hanya bertindak setelah kasus mencuat di media sosial.
Penangkapan Pelaku Usai Viral
Melalui akun TikTok @dennysumargoreal, Densu mengunggah video pada Kamis, 24 Juli 2025 tentang informasi penangkapan tersebut sambil mengucap syukur atas bantuan masyarakat dan kuasa Tuhan.
Namun, komentar warganet justru penuh rasa kecewa dan sindiran. Banyak yang mempertanyakan alasan polisi tidak bisa menemukan pelaku selama sebulan penuh, tetapi bisa langsung bertindak begitu sorotan publik muncul.
Pengguna akun @nhayaini menuliskan, “Dua hari ketangkap setelah viral, kemarin sebulan polisi kemana?”
“Tidak viral sebulan tidak ketemu, setelah viral 2 hari langsung ketemu. Bukti nyata kepolisian di negara ini seperti apa,” tambah akun @cucum.10.
Komentar bernada sinis juga datang dari akun @feryariadi6 yang menulis, “Masak harus viral dulu. Susah banget Ya Allah, sudah kena musibah harus usaha keras banget buat diproses. Bukan karena susah ditemuin pelakunya tapi memang tidak mau saja nyari.”
Bahkan, ada yang menyarankan langkah viral sebagai solusi satu-satunya dalam mencari keadilan.
“Buat netizen kalau ada masalah tentang hukum, mending viralin dan minta di undang di podcast Densu,” tulis akun @rahmaritss91. (*)