Pendidikan

Sekolah di Kota Mataram Perketat Kegiatan Pembelajaran Imbas Aksi Demo Anarkis

Mataram (NTBSatu) – Sekolah di Kota Mataram mengambil langkah antisipatif imbas aksi demontrasi anarkis yang terjadi di depan Gedung DPRD NTB, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Salah satunya, SMAN 8 Mataram yang resmi mengeluarkan edaran baru mengenai pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai Senin, 1 September 2025. Kebijakan tersebut menindaklanjuti arahan Gubernur NTB dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB.

Dalam surat bernomor: 00301/SMAN8/O/VIII/2025, pihak sekolah menegaskan KBM berlangsung pukul 10.00–17.00 Wita, dengan pengawasan ketat demi mencegah siswa terlibat dalam aktivitas di luar kendali sekolah.

Edaran tersebut juga memuat sejumlah aturan baru, di antaranya doa bersama & muhasabah. Setiap KBM diawali doa untuk negeri dengan tagline “NTB Menolak Kekerasan”.

Kemudian, absensi super ketat. Kehadiran dipantau dari datang hingga pulang. Siswa yang bolos tanpa alasan jelas langsung mendapat sanksi.

IKLAN

Lalu, larangan ikut demo. Meminta orang tua memastikan anak tidak ikut aksi demonstrasi. Siswa yang terbukti melanggar akan mendapat tindakan tegas.

Selanjutnya, ibadah berjamaah. Peserta didik muslim wajib membawa sajadah untuk melaksanakan salat Zuhur berjamaah. Terkahir, pengawasan ekstra. Guru dan tim kesiswaan menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf mengingatkan seluruh sekolah agar lebih proaktif mengawasi siswanya. Ia menekankan bahwa keberadaan pelajar di sekitar lokasi demo, meskipun hanya melintas, tetap menimbulkan risiko.

“Jalan Udayana adalah jalur utama bagi banyak pelajar karena di sana terdapat sejumlah sekolah besar. Meski begitu, kami tetap meminta siswa menjauhi kerumunan agar tidak terbawa arus,” jelasnya, Minggu, 31 Agustus 2025.

Yusuf menegaskan, pencegahan ini penting agar pelajar tetap fokus pada pendidikan dan tidak terjebak dalam dinamika massa.

IKLAN

“Langkah ini kami ambil demi keselamatan dan masa depan anak-anak kita,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Back to top button