Unram Perkuat Zona Integritas, Siapkan Seluruh Unit Kerja Raih WBK dan WBBM
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) memperkuat komitmen membangun tata kelola kampus yang bersih dan berintegritas.
Unram mewujudkan komitmen itu melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Prime Park Hotel Mataram, Rabu, 3 Juni 2026.
Bimtek tersebut melibatkan jajaran pimpinan universitas dan para manajer Zona Integritas dari seluruh unit kerja.
Melalui kegiatan itu, Unram ingin menyamakan pemahaman sekaligus mempercepat pembangunan ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menegaskan pembangunan Zona Integritas menjadi bagian penting dari transformasi tata kelola universitas.
Menurutnya, seluruh unit kerja harus menjadikan integritas sebagai budaya kerja, bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi.
“Kita ingin membangun sistem yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap Universitas Mataram,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Sukardi menilai budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel menjadi fondasi peningkatan kualitas layanan perguruan tinggi. Karena itu, seluruh unit kerja harus menjalankan prinsip Zona Integritas secara konsisten.
Pada kesempatan tersebut, Unram menghadirkan Syachrudin dan Muhamad Armansyah sebagai narasumber. Keduanya memaparkan strategi sekaligus langkah konkret menuju predikat WBK dan WBBM.
Keduanya juga mengulas manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam paparannya, Syachrudin menjelaskan pembangunan Zona Integritas bertujuan menciptakan tata kelola yang bersih, akuntabel, dan bebas praktik korupsi.
Menurutnya, reformasi birokrasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menyebut transparansi layanan, penurunan penyimpangan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kepatuhan terhadap regulasi sebagai indikator keberhasilan pembangunan Zona Integritas.
“Predikat WBK maupun WBBM bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi menjadi cerminan perubahan budaya organisasi yang menempatkan integritas sebagai nilai utama dalam penyelenggaraan layanan publik,” ujarnya.
Melalui bimtek tersebut, Unram berharap seluruh unit kerja semakin siap menerapkan prinsip Zona Integritas secara berkelanjutan.
Dengan demikian, Unram dapat memperkuat tata kelola universitas yang unggul, profesional, dan berintegritas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika maupun masyarakat. (*)




