Zakat Daerah Tembus Rp2,5 Miliar, Pemkab Sumbawa Perkuat Pengadaan Bernilai Ibadah
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berkomitmen membangun tata kelola yang profesional sekaligus bernilai ibadah. Pembangunan daerah bukan sekadar soal angka dan proyek besar. Melainkan, tentang bagaimana setiap kebijakan mampu membawa manfaat nyata dan keberkahan bagi masyarakat.
Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., mengungkapkan, hingga Mei 2026 pengumpulan zakat telah mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Atau 33,9 persen dari target tahunan sebesar Rp7,6 miliar.
“Alhamdulillah, hingga Mei ini pengumpulan zakat sudah mencapai kurang lebih Rp2,5 miliar. Dana tersebut telah kami salurkan sekitar Rp1,7 miliar. Untuk sektor pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dakwah, hingga advokasi masyarakat,” ungkapnya, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menegaskan, zakat yang dihimpun bukan sekadar angka, melainkan instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat kecil.
“Zakat memiliki kekuatan besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu kami ingin membangun kesadaran bahwa kontribusi para penyedia jasa dan pelaku usaha, juga dapat menjadi bagian dari gerakan sosial kemanusiaan,” tegasnya.
Tingkatkan Pemahaman Penyedia Barang dan Jasa
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Sumbawa, Erma Hadi Suryani, ST., M.M.Inov., menjelaskan, sosialisasi tersebut untuk memperkuat pemahaman para penyedia barang dan jasa terkait mekanisme pembayaran zakat dalam proses pengadaan pemerintah.
“Kegiatan ini bukan hanya soal administrasi zakat. Tetapi, bagaimana membangun pemahaman yang utuh bahwa pengadaan pemerintah juga harus membawa nilai sosial dan kebermanfaatan,” jelas Erma.
Menurutnya, keterlibatan penyedia barang dan jasa dalam pembayaran zakat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
“Kami berharap para penyedia barang dan jasa tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha. Tetapi juga, ikut mengambil peran dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui zakat,” tambahnya.
Pemkab Sumbawa berharap, tumbuh sinergi antara tata kelola pengadaan yang transparan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial. Sehingga pembangunan daerah tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi masyarakat luas. (Marwah)




