Kadislutkan Kota Bima Paparkan Tantangan Dunia Usaha pada Sektor Kelautan dan Perikanan
Kota Bima (NTBSatu) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kota Bima, menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan tahun 2024 di Aula Dislutkan Kota Bima, Kamis, 22 Februari 2024.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan. Baik pembudidaya, pengolah, pemasar, dan nelayan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.
Pada kesempatan itu, Kepala Dislutkan Kota Bima, Jamaludin mengatakan, usaha di bidang kelautan dan perikanan merupakan salah satu usaha yang menjanjikan.
Namun di sisi lain, dalam melaksanakan usaha pada bidang ini, banyak tantangan dan permasalahan yang ditemui. Salah satunya, belum optimalnya sarana dan prasarana budidaya, penangkapan ikan, serta pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan.
Tantangan selanjutnya, masih rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) para pelaku UMKM di sektor kelautan dan perikanan.
Berita Terkini:
- Dimutasi oleh Gubernur NTB, Doktor Najam: Saya Siap Bekerja di Tempat Baru
- Perkuat Kemitraan Global, NTB Kenalkan Potensi Pariwisata hingga Energi Terbarukan ke Kanada
- UIN Mataram Masuk 100 Top Perguruan Tinggi Nasional Versi Webometrics 2026
- 266 Gempa Terdeteksi di Selat Lombok Selama Enam Hari, BMKG Imbau Mitigasi Mandiri
“Banyak pelaku usaha kita yang kurang kreatif dalam memanfaatkan bisnis di bidang kelautan dan perikanan ini,” Kata Jamaludin, Kamis, 22 Februari 2024
Kemudian, pada sektor perikanan budidaya, masih maraknya kejadian alih fungsi lahan, di mana setiap tahunnya kasus ini terus meningkat.
“Hal ini terjadi karena pertumbuhan penduduk kota, selalu meningkat tiap tahunnya,” ujarnya.
Tantang berikutnya adalah, masyarakat belum optimal dalam menerapkan metode Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), serta higenitas atau pengemasan dari produk-produk olahan di sektor kelautan dan perikanan ini masih belum begitu sempurna.
“Kadang-kadang kita (para pengusaha) membungkus produk usahanya seadanya,” ucapnya.
Padahal, sambungnya, semakin baik kemasan suatu produk, maka akan menjanjikan harganya kepada pembeli.
“Lain hal kalau produk itu tidak dikemas dengan baik. Intinya, kalau kita punya brand yang baik, usaha kita akan terkenal di mana-mana,” pungkasnya. (MYM/*)



