Breaking NewsPemerintahan

Pemprov NTB Klarifikasi, Dua PMI Korban Dugaan Eksploitasi Seksual Bukan asal Lombok

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, mengklarifikasi video viral yang memperlihatkan dua perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengaku, dipaksa melayani belasan pria hidung belang setiap hari di Arab Saudi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Ahsanul Khalik menegaskan, berdasarkan hasil penelusuran, dua orang dalam video tersebut bukanlah warga NTB.

Ia menjelaskan, dari pengakuan dalam video, kedua PMI itu mengaku berasal dari Jawa Barat, bukan NTB. Meskipun mereka sempat menyebut nama orang Lombok yang menjebak mereka, dugaan kuat menunjukkan, pelaku di video tersebut hanya mengaku dan mencatut nama orang asal Lombok.

IKLAN

“Yang pasti dalam video itu bukan warga NTB. Mereka menyebut nama orang Lombok yang menjebak dia, tetapi posisinya bukan di Indonesia. Dugaan kita, mereka ini ngaku-ngaku saja dan menyebut nama orang Lombok berinisial N yang dituduh menjebak,” jelasnya kepada NTBSatu, Jumat, 8 Mei 2026.

Hasil Penelusuran

Pemprov NTB melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, telah berupaya melakukan tindak lanjut sejak informasi tersebut beredar. Upaya pelacakan ke nomor pengunggah pertama kali, namun nomor tersebut tidak menjawab. Postingannya bahkan sudah dihapus oleh pengunggah.

“Kami melalui Kadis Nakertrans sudah berkoordinasi dengan Kemenaker dan Kementerian Pekerja Migran. Mereka juga belum dapat informasi valid mengenai video tersebut,” tambahnya.

Selain itu, Pemprov NTB menilai, narasi dalam video tersebut kurang masuk akal. Korban mengaku tidak mengenal wajah orang Lombok yang menjebak mereka. Kemudian, penyebutan nama “N” sebagai agen dianggap kurang relevan dengan profil PMI asal Lombok yang bekerja di Arab Saudi.

“Intinya, mereka dalam video itu menyebut orang Lombok tetapi tidak jelas. Orang di video mengatakan tidak kenal wajah orang Lombok tersebut, jadi tidak bisa dipercaya. Kalau melihat sebutan nama, orang Lombok jadi PMI ke Arab Saudi sepertinya kurang masuk di logika,” imbuhnya.

Pemprov NTB menegaskan, akan terus memantau kasus ini bersama pihak pusat untuk memastikan kebenaran. Meskipun kuat dugaan video tersebut adalah upaya manipulasi informasi atau pencatutan nama. (Yenni)

Artikel Terkait

Back to top button