SMKN 1 Taliwang-Trakindo Teken MoU, Waka I DPRD KSB Tekankan Sertifikasi Siswa
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Penandatanganan perjanjian kerja sama program peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) antara SMKN 1 Taliwang dan PT Trakindo Utama resmi dilakukan pada Jumat, 8 Mei 2026. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kualifikasi industri global.
Wakil Ketua (Waka) I DPRD Kabuapeten Sumbawa Barat (KSB), Badaruddin Duri memberikan atensi besar terhadap kolaborasi sektor pendidikan dan industri ini. Ia menilai, kerja sama tersebut merupakan jawaban nyata untuk memutus mata rantai persoalan klasik ketenagakerjaan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Badaruddin Duri menekankan, pentingnya penguasaan kompetensi agar pemuda lokal memiliki nilai tawar yang tinggi. Ia ingin memastikan, investasi besar yang ada di daerah memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja.
“Kita persiapkan anak-anak kita melalui penguatan dunia pendidikan yang bersinergi dengan industri. Jangan sampai anak-anak kita hanya menjadi penonton di kampungnya sendiri, mereka harus menjadi pemain dan penggerak ekonomi di tanah kelahirannya,” ujarnya Jumat, 8 April 2026.
Badaruddin Duri menyatakan, tantangan ke depan semakin berat dengan adanya digitalisasi industri. Oleh karena itu, ia meminta sekolah dan mitra industri tidak hanya memberikan teori, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang mendapat pengakuan secara profesional.
Politisi Partai NasDem ini berpendapat, keberadaan tambang Batu Hijau harus disambut dengan kesiapan SDM yang matang. Ia mendorong, adanya kolaborasi berkelanjutan dalam bentuk pelatihan mekanik alat berat bagi putra-putri daerah.
“Trakindo telah membuka diri dan ini adalah komitmen kebersamaan yang luar biasa. Saya harap kolaborasi ini terus bergerak untuk memperkuat posisi pemuda KSB, agar menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Kunci Sukses Pendidikan Vokasi
Kepala SMKN 1 Taliwang, Muhammad Nasir menyatakan, kesepahaman atau MoU ini merupakan langkah wajib bagi sekolah kejuruan untuk berkembang. Ia menyadari, sekolah tidak mungkin bisa melahirkan lulusan handal tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana dari dunia industri.
“Wajib bagi SMK untuk bekerja sama dengan industri. Ini adalah pembuktian semangat kami memberikan perlindungan serta jaminan kualitas bagi masa depan para siswa,” jelas Muhammad Nasir.
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikpora NTB Wilayah III KSB, Supriyanto turut mengapresiasi keaktifan sekolah dalam menggandeng mitra kerja strategis. Ia menilai, penguatan kerja sama dengan perusahaan di kawasan lingkar tambang adalah kunci sukses pendidikan vokasi saat ini.
“Kepala sekolah harus terus bergerak dinamis mencari mitra yang mampu memperkuat sistem pendidikan. Kita perlu membekali anak-anak dengan sertifikasi resmi yang menjadi syarat mutlak untuk menembus dunia kerja,” tutur Supriyanto.
Kepala Cabang PT Trakindo Utama, Yunanto Sigit menegaskan komitmen perusahaan dalam mencetak SDM berkualitas melalui program tanggung jawab sosial. Ia menjelaskan, perusahaan sangat menitikberatkan pada aspek etika kerja di samping keahlian teknis.
“Tujuan kerja sama ini adalah mempersiapkan SDM tangguh dari masyarakat sekitar. Knowledge is power, but character is more. Pengetahuan memang kekuatan, namun karakter adalah pondasi yang jauh lebih penting dalam profesionalisme,” ungkap Yunanto Sigit.
Acara kemudian berlanjut dengan meninjau bantuan alat praktik seberat 2,5 ton yang PT Trakindo Utama serahkan kepada SMKN 1 Taliwang. Harapannya, fasilitas ini menjadi sarana simulasi utama dalam meningkatkan kemampuan mekanik siswa agar siap terjun ke dunia industri pertambangan. (Andini)




