RSUD Sering Pastikan Kebakaran Ruang Produksi Oksigen Tak Ganggu Layanan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kebakaran melanda mesin produksi oksigen milik pihak ketiga di lingkungan RSUD Sering Kabupaten Sumbawa.
Pihak rumah sakit memastikan, insiden ini tidak mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kebutuhan oksigen pasien tetap terpenuhi.
Rumah sakit mencari pemasok alternatif untuk mengganti pasokan sementara. Pihak manajemen bergerak cepat agar pelayanan tidak terhenti. Masyarakat tetap mendapat layanan kesehatan normal.
Kepala Bidang Penunjang Medis dan Non Medis RSUD Sering Kabupaten Sumbawa, Khairul Alwansyah menjelaskan, kebakaran hanya terjadi pada mesin produksi oksigen yang mitra KSO kelola. Rumah sakit selama ini membeli pasokan oksigen dari pihak tersebut berdasarkan perjanjian kerja sama.
“Pelayanan tetap berjalan normal. Kebakaran hanya menimpa mesin produksi oksigen milik pihak ketiga,” kata Khairul kepada NTBSatu, Jumat 19 Juni 2026.
Tidak Ada Kerugian Materiel
Menurut Khairul, insiden tersebut tidak menimbulkan kerugian materiel bagi rumah sakit. Namun manajemen harus bergerak cepat mencari sumber pasokan oksigen pengganti agar kebutuhan layanan kesehatan tetap terjamin.
“Kerugian secara langsung tidak ada. Tantangannya hanya mencari pemasok oksigen lain untuk sementara waktu,” ujarnya.
Saat ini RSUD Sumbawa membeli oksigen dari sejumlah penyedia swasta sambil menunggu kepastian langkah dari mitra yang kebakaran timpa. “Untuk sementara kami membeli oksigen dari penyedia lain agar kebutuhan pelayanan tetap terpenuhi,” jelasnya.
Terkait penyebab kebakaran, Khairul menyebut kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Ia juga memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian.
“Reskrim meminta keterangan terkait awal kejadian dan dampaknya terhadap rumah sakit,” katanya.
Namun informasi sementara mengarah pada dugaan korsleting listrik. Namun aparat masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
“Saya mendengar dugaan sementara akibat arus pendek, tetapi hasil resminya masih menunggu penyelidikan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, rumah sakit akan segera mengevaluasi kerja sama dengan pihak ketiga tersebut. Jika pemasok lama tidak mampu kembali menyediakan oksigen, rumah sakit akan menggandeng mitra baru untuk menjamin keberlangsungan pelayanan.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak ketiga. Jika mereka tidak dapat memasok lagi, kami mencari mitra lain agar pasokan oksigen tetap aman,” tegasnya. (*)




