BMKG Stasiun Klimatologi NTB Ungkap Potensi Hujan di Awal November Masih Rendah

Mataram (NTB Satu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi NTB mengungkapkan potensi hujan di NTB pada awal November 2023 masih rendah.
Hal tersebut berdasarkan monitoring curah hujan di wilayah NTB pada dasarian III Oktober 2023 yang secara umum masih rendah, yakni berada pada 0 sampai 20 mm/das. Sedangkan sifat hujannya, seluruhnya pada kategori Bawah Normal (BN). Lalu, untuk curah tertinggi terjadi di pos hujan Labuapi sebesar 16 mm/dasarian.
Oleh karena itu, BMKG Stasiun Klimatologi NTB memprakirakan pada dasarian I November 2023, yakni tanggal 1 sampai 10 November 2023 peluang terjadinya hujan secara umum masih rendah.
“Diperkirakan curah hujan yang terjadi dengan intensitas lebih dari 20 mm/dasarian dan memiliki probabilitas kejadian lebih dari 30%. Hal tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram, sebagian wilayah Kabupaten Lombok Barat bagian Utara, serta sebagian wilayah Kabupaten Lombok Tengah bagian barat,” jelas Forecaster on duty BMKG Stasiun Klimatologi NTB, Yuhanna Maurits, Selasa, 31 Oktober 2023.
Berita Terkini:
- Polisi Tembak Gas Air Mata, Massa Aksi Dipukul Mundur Setelah Gedung DPRD NTB Terbakar
- TV hingga Papan Nama Ketua DPRD NTB Dijarah Massa
- Profile Gedung DPRD NTB yang Ludes Dibakar Massa, Usianya Sudah 20 Tahun Tanpa Renovasi
- Ditawari Rp150 Juta Jadi Buzzer, Jerome Polin: Uang Segini Bisa Naikkan Gaji Guru!
Meskipun curah hujan pada awal November ini masih rendah, kata Yuhanna, kondisi tersebut menandakan tengah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan (pancaroba).
“Dengan memasuki masa peralihan menuju musim hujan 2023/2024, masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan secara tiba-tiba, angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal,” imbaunya.
Selain itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat NTB untuk tetap memperhatikan informasi dari BMKG.
“Hal ini untuk mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan anda ke depan. Serta, tetap selalu menjaga kesehatan,” tuturnya. (JEF)