Kontraktor Lokal Berpeluang Garap Proyek Bale Mentaram Rp180 Miliar
Mataram (NTBSatu) – Peluang kontraktor lokal untuk terlibat dalam pembangunan lanjutan Bale Mentaram senilai Rp180 miliar masih terbuka.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memastikan proses tender berlangsung secara terbuka, dan memberikan kesempatan kepada seluruh perusahaan yang memenuhi syarat untuk ikut bersaing.
Saat ini, proses lelang proyek lanjutan Kantor Wali Kota Mataram tersebut belum dimulai. Pemerintah masih menunggu penyelesaian review dari Inspektorat dan Kejaksaan, sebelum membuka tender fisik konstruksi.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Mataram, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, tahapan review masih berlangsung sebagai bagian dari pengawasan proyek strategis daerah.
“Masih ada review Inspektorat dan Kejaksaan yang kita tunggu,” kata Iqbal, Senin, 8 Juni 2026.
Menurutnya, proses tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh dokumen dan perencanaan proyek sesuai ketentuan sebelum memasuki tahap pelelangan.
Peluang Perusahaan Lokal
Meski nilai proyek mencapai Rp180 miliar dan berpotensi menarik minat perusahaan konstruksi nasional, peluang kontraktor lokal tetap tersedia. Panitia lelang nantinya akan menilai peserta berdasarkan kemampuan teknis, administrasi, serta kapasitas perusahaan dalam melaksanakan pekerjaan.
Iqbal menjelaskan, regulasi membuka ruang bagi kontraktor nasional, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), untuk mengikuti tender. Namun, kondisi tersebut tidak serta merta menutup peluang perusahaan lokal.
“Yang boleh ikut lelang nanti kontraktor nasional. Artinya BUMN-BUMN juga dapat ikut lelang,” ujarnya.
Persaingan terlihat cukup ketat, mengingat Bale Mentaram merupakan salah satu proyek pembangunan terbesar yang masuk agenda Pemkot Mataram dalam beberapa tahun mendatang. Selain nilai pekerjaan yang besar, proyek tersebut juga menggunakan skema tahun jamak atau multiyears hingga 2028.
Meski demikian, pelaku usaha konstruksi lokal masih memiliki kesempatan ambil bagian sepanjang mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan panitia pengadaan. Keterlibatan kontraktor lokal juga penting untuk mendorong pertumbuhan sektor jasa konstruksi daerah.
Saat ini, pemerintah telah menuntaskan tender manajemen konstruksi (MK) sebagai bagian dari persiapan pembangunan. PT Artefak Arkindo asal Jakarta Selatan memenangkan tender tersebut dengan nilai kontrak sekitar Rp5,8 miliar.
Iqbal mengatakan, proses review terhadap hasil tender MK menjadi salah satu tahapan yang harus diselesaikan sebelum lelang fisik konstruksi berlangsung. Setelah seluruh proses rampung, panitia segera membuka tender utama pembangunan Bale Mentaram. (*)




