Polisi Pastikan Pria Pingsan di Jalan Pringgabaya Bukan Korban Begal
Mataram (NTBSatu) – Polisi memastikan M. Parlan Ubaidillah (56) yang pingsan di Jalan Pringgabaya, Minggu dini hari, 7 Juni 2026 bukan korban begal.
Ia ditemukan tidak sadarkan diri oleh seorang sopir angkutan umum. Merespons laporan tersebut, Waka Polsek Pringgabaya, Iptu Suhardi bersama Kanit Reskrim langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan.
Korban merupakan warga BTN Khayangan, Dusun Sandubaya Timur, Desa Labuhan Lombok. Polisi langsung melarikan korban ke Puskesmas Labuhan Lombok. Korban sempat mendapatkan perawatan medis secara intensif, namun tim dokter menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 11.44 Wita.
Polsek Pringgabaya bersama Tim Inafis Polres Lombok Timur yang melakukan penyelidikan mendalam memastikan tidak ada unsur kekerasan atau tindak pidana begal dalam peristiwa ini. Berdasarkan rekam medis dan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat depresi serta gejala stroke. Pihak keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah murni dan secara resmi menolak proses autopsi.
Merespons isu liar “terduga begal” yang telanjur viral di jagat maya, Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas, Iptu Lalu Rusmaladi memberikan peringatan keras kepada netizen dan masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah percaya dan panik. Pastikan kebenaran informasi sebelum disebar karena banyak berita viral yang ternyata hoaks. Lakukan cek dan konfirmasi dulu, saring sebelum sharing,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk memanfaatkan saluran komunikasi resmi jika menemukan informasi atau kejadian yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Cek sumbernya, apakah resmi dari Polri atau media kredibel. Hubungi Hotline 110 atau Polsek terdekat untuk konfirmasi. Hotline ini gratis dan aktif 24 jam. Kami juga meminta masyarakat jangan main hakim sendiri jika melihat orang mencurigakan, karena tindakan tersebut melanggar hukum dan bisa menimbulkan korban baru,” pungkasnya. (*)




