Selain Tambang, Ini Tiga Komoditas Ekspor Unggulan NTB yang Tembus Pasar Dunia
Mataram (NTBSatu) – Sektor pertambangan masih menjadi motor utama ekspor Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, sejumlah komoditas lain mulai menunjukkan peran penting sebagai penopang perdagangan luar negeri dan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Data terbaru menunjukkan, nilai ekspor NTB periode Januari–April 2026 mencapai 1,253 miliar dolar AS atau melonjak 2.121,25 persen dibanding periode sama tahun 2025, yang hanya sebesar 56,41 juta dolar AS.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahiduddin menyebut, lonjakan tersebut terdorong peningkatan aktivitas ekspor sejumlah komoditas utama, terutama sektor pertambangan dan industri turunannya.
“Kinerja ekspor NTB pada awal 2026 menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Selain sektor tambang yang masih mendominasi, komoditas perhiasan, hasil perikanan, dan produk olahan juga memberikan kontribusi positif terhadap nilai ekspor daerah,” ujarnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Sepanjang Januari–April 2026, kelompok komoditas ekspor terbesar berasal dari barang galian atau tambang nonmigas dengan nilai 1,055 miliar dolar AS atau berkontribusi 84,25 persen terhadap total ekspor NTB.
Komoditas Unggulan
Selain tambang, tiga komoditas unggulan ikut menopang kinerja ekspor daerah. Posisi pertama, ada tembaga dengan nilai ekspor mencapai 142,92 juta dolar AS atau 11,41 persen dari total ekspor NTB. Komoditas ini menjadi penyumbang terbesar kedua setelah barang galian nonmigas.
Perhiasan dan permata menyusul dengan nilai ekspor 40,24 juta dolar AS atau 3,21 persen. Capaian tersebut menunjukkan produk industri pengolahan NTB mampu bersaing pada pasar global.
Sektor ikan dan udang menyumbang nilai ekspor 10,15 juta dolar AS atau 0,81 persen. Meski porsinya masih kecil, komoditas perikanan terus menunjukkan tren positif dan berpotensi memperkuat struktur ekspor NTB.
Sepanjang April 2026, nilai ekspor NTB mencapai 545,22 juta dolar AS atau meningkat 1.294,11 persen dibanding April 2025 yang tercatat sebesar 39,10 juta dolar AS.
Barang galian atau tambang nonmigas masih mendominasi dengan nilai ekspor 514,21 juta dolar AS atau 94,32 persen.
Tembaga menyumbang 21,59 juta dolar AS, perhiasan dan permata 7,50 juta dolar AS, ikan dan udang 918 ribu dolar AS serta daging dan ikan olahan 257 ribu dolar AS.
Potensi Sektor Perikanan
Potensi ekspor sektor perikanan turut ditopang perkembangan usaha budidaya tambak pada sejumlah wilayah NTB.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB mencatat Kabupaten Lombok Timur memiliki 53 tambak komersial, jumlah terbanyak se-NTB. Kabupaten Sumbawa menyusul dengan 50 tambak komersial.
Kepala Dislutkan NTB, Muslim, menilai sebaran tambak tersebut mencerminkan besarnya peluang pengembangan sektor perikanan budidaya.
“Lombok Timur dan Sumbawa menjadi wilayah yang cukup kuat dalam pengembangan budidaya tambak. Kapasitas produksi terus tumbuh dan memiliki prospek yang baik untuk memenuhi kebutuhan pasar, termasuk pasar ekspor,” kata Muslim.
Kabupaten Lombok Tengah memiliki sekitar 290 tambak tradisional tanpa unit komersial berskala besar. Sementara Kabupaten Bima memiliki 34 perusahaan tambak besar dan 52 tambak tradisional.
Menurut Muslim, keberadaan tambak tradisional dan komersial menjadi kekuatan utama sektor perikanan NTB.
“Tambak tradisional yang jumlahnya cukup besar menjadi basis produksi masyarakat. Sementara tambak komersial mendorong peningkatan kapasitas usaha, produktivitas, serta penerapan teknologi budidaya yang lebih modern,” ujarnya.
Muslim melihat sektor perikanan memiliki peluang besar untuk memperkuat ekspor non-tambang NTB.
“Selama ini NTB terkenal dengan kekuatan sektor pertambangan. Namun sektor perikanan menyimpan ruang pertumbuhan yang sangat besar. Jika produksi, kualitas, dan akses pasar terus meningkat, kontribusi sektor ini terhadap ekspor daerah akan semakin kuat,” jelasnya.
Sementara itu, Kota Mataram tercatat memiliki aktivitas tambak yang relatif minim dan hanya beberapa unit berskala kecil.
“Kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil budidaya agar komoditas perikanan NTB semakin kompetitif, baik pada pasar domestik maupun internasional,” tutup Muslim. (*)




