Headline News

Pelayanan Pelabuhan Tano – Kayangan Dikeluhkan: Antre 2 Jam, Menyeberang 3 Jam 

Lombok Timur (NTBSatu) – Pelayanan penyeberangan dari Pelabuhan Poto Tano – Kayangan, jadi keluhan pengguna jasa. Antre masuk pelabuhan yang lama, hingga durasi berlayar selama tiga hingga empat jam.

Penelusuran NTBSatu, Senin 1 Juni 2026, kapal antre di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sejak pukul 03.00 Wita.

Bus, truk, sepeda motor, antre menunggu kedatangan kapal yang bersandar. Baru masuk kapal atau loading sekitar dua jam kemudian. Pukul 05.00 Wita, kapal yang ditumpangi Garda Maritim II, mulai benar-benar berangkat pukul 05.30 Wita, setelah semua muatan terisi.

IKLAN

Setelah dua jam waktu normal, kapal tiba di radius sekitar 15 mil dari dermaga. Namun bukan untuk bersandar bongkar muatan. Kapal malah lego jangkar dan menurunkan ampere mesin.

Sementara dari kejauhan, dua kapal bertolak dari dermaga, satu kapal lainnya menyusul masuk loading. 

Kapten kapal sekitar pukul 07.20 Wita mengumumkan terjadi penundaan sandar sekitar 1 jam, karena terjadi antrean di dermaga.

IKLAN

Keluhan Penumpang

Pengalaman sebelumnya, Kamis 14 Mei 2026. Kapal mengarungi Selat Alas dalam kondisi cuaca normal. Namun jelang tiba di Dermaga Poto Tano, kapal menghambat lajunya. Menurut informasi, agar menyesuaikan dengan waktu sandar. Sehingga total waktu perjalanan jadi empat jam.

Waktu penyeberangan yang tak normal ini, merugikan penumpang bus. Salah seorang penumpang, Edo, salah satu yang merasakan dampaknya.

“Saya harusnya pagi ini upacara Hari Lahir Pancasila. Tapi mau bagaimana? Kapalnya saja baru sandar jam 08.30 Wita, upacara sudah mulai,” kata Edo, pegawai salah satu lembaga negara ini kepada NTBSatu.

Meski kecewa, ia tak bisa bersikap apa-apa. Kecuali berharap pihak ASDP bersama Dishub Provinsi NTB segera menyelesaikan kendala teknis penyebab leletnya layanan armada laut ini.

“Kalau begini terus, kita semua dirugikan. Kami bayar tiket, harusnya dapat hak layanan terbaik,” saran pegawai asal Bima ini.

Penumpang yang langganan bolak balik Bima – Mataram, Subari juga mengeluhkan yang sama. Menurutnya, situasi penyeberangan akhir akhir ini tak lazim. “Normalnya dua jam di Selat Alas. Jadi saya bisa ukur, kalau sampai Mataram itu jam sekian,” ujarnya.

Namun karena waktu tak menentu dan sering molor, ia kadang memilih angkutan sore dari Terminal Dara, Kota Bima. Agar dapat estimasi tepat waktu jika ada urusan kantor pagi di Mataram.

Keluhan juga dirasakan pengelola Perusahaan Otobus (PO) merasakan dampak pada pelayanan armada. Pengelola PO Prima Jaya, Kadek Swastika mengaku dirugikan. 

“Kami sangat dirugikan dari segi waktu. Apalagi ini sampai empat jam perbedaan waktunya. Padahal bus kami tetap on time, mulai dari berangkat, sampai ke pelabuhan,” kata Kadek menjawab NTBSatu, Senin siang.

Kerugian utama dirasakan penumpangnya. Mereka terbiasa dengan waktu tempuh hanya dua jam di Selat Alas. Namun tetap yang menerima keluhan adalah PO.

“Sebenarnya tidak ada masalah di kami, masalahnya di pelabuhan,” tandasnya.

Karena itu, ia meminta ketegasan pihak pengelola Pelabuhan. Jika karena faktor teknis, segera lakukan perbaikan. Sebaliknya, bisa dimaklumi jika faktornya alam.

“Misalnya, air surut, sehingga nunggu pasang, bisa kami maklumi. Tapi kalau faktor teknis di pengaturan dermaga dan sebagainya, ya segera lakukan perbaikan,” harap Kadek.

Tanggapan Pihak Pelabuhan Kayangan

General Manager ASDP Pelabuhan Kayangan, Erlis Setya Wahyudi, enggan berkomentar terkait keluhan tersebut saat dihubungi ponselnya, Senin siang. Ia menyarankan konfirmasi ke Dishub NTB.

Kepala Seksi Angkutan Laut dan Penyeberangan pada Bidang Pelayaran Dishub Provinsi NTB, Ismail Basmi Ekalaya mengakui, terjadi kendala teknis.

“Beberapa hari ini terdapat beberapa kendala,  di antaranya faktor cuaca dan pasang surut air laut,” jelas Eka, sapaannya, kepada NTBSatu, Senin siang.

Selain faktor alam, juga pengaruh teknis. Sedang ada perbaikan MB yang jebol di dermaga 2 Kayangan. Namun kendala teknis itu sudah diperbaiki,” ungkapnya.

Faktor non teknis lainnya, meningkatnya arus penyeberangan akibat isu demo Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) yang mengancam demo di  Pelabuhan Poto Tano.

“Sehingga pengguna jasa penyeberangan juga menjadwalkan perjalanan lebih awal, untuk menghindari giat PPS besok tanggal 2,” ujarnya.

Di luar faktor yang mempengaruhi hambatan di Pelabuhan Kayangan, ia juga mengakui terjadi hambatan di Pelabuhan Tano. Terutama pada awal Mei. Terjadi penundaan keberangkatan kapal dari dan ke Tano, termasuk ada kapal yang gagal sandar.

Dishub NTB berkomitmen  bersama operator pelabuhan serta otoritas penyeberangan, termasuk armada kapal terus berupaya melakukan perbaikan. 

“Minggu Minggu  ini kami juga ada rapat bulanan dengan pemilik kapal. Segera kami evaluasi untuk  pelayanan di penyeberangan lintas Kayangan – Poto Tano,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button