Optimalkan Dana DBHCHT, Dinas Perikanan Mataram Salurkan Benih dan Pakan untuk Enam Kecamatan
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Perikanan memacu penguatan sektor perikanan perkotaan (urban farming). Langkah ini bertujuan mendongkrak ekonomi produktif masyarakat.
Melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026, pemerintah menyalurkan benih serta pakan ikan bagi warga pada enam kecamatan se-Kota Mataram.
Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, Bachtiar Yulianto menyebut, distribusi bantuan dirancang secara terukur. Penyaluran menyesuaikan pemetaan kebutuhan riil setiap wilayah.
Lima kecamatan memperoleh dukungan sarana benih dan pakan sesuai karakter budidaya perkotaan. Kelima wilayah tersebut meliputi Ampenan, Cakranegara, Mataram, Sandubaya, serta Selaparang. Sementara itu, Kecamatan Sekarbela menerapkan pola pengaturan tersendiri agar selaras dengan kondisi geografis setempat.
“Fokus kami memastikan kebutuhan dasar pembudidaya melalui dukungan DBHCHT terpenuhi secara merata pada seluruh kecamatan. Pendekatannya menyesuaikan karakteristik wilayah, termasuk skema khusus bagi Sekarbela,” ujar Bachtiar Yulianto, Sabtu, 7 November 2026.
Penyaluran benih dan pakan menjadi bagian penting realisasi anggaran DBHCHT Dinas Perikanan Kota Mataram. Hingga September 2026, serapan anggaran mencapai sekitar Rp800 juta dari total alokasi Rp1,70 miliar.
Selain dukungan tingkat kecamatan, anggaran tersebut turut membiayai pengadaan alat pascapanen bagi tujuh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Pemerintah juga menyediakan fasilitas budidaya ikan patin menggunakan kolam terpal.
Bachtiar menambahkan, keberlanjutan pasokan benih dan pakan menjadi kunci kemandirian perikanan perkotaan. Penyediaan sarana produksi harus berjalan seiring peningkatan keterampilan warga, dukungan pascapanen, serta pembukaan akses pasar.
“Pengembangan perikanan perkotaan tidak hanya bertumpu pada penambahan fisik sarana produksi. Ketersediaan benih dan pakan tepat sasaran, pendampingan teknis, serta pengenalan akses pasar saling berkaitan dalam membangun usaha budidaya,” tegasnya.
Pada skala rumah tangga, program urban farming berbasis dana DBHCHT ini menjadi solusi atas keterbatasan lahan perkotaan. Warga dapat memanfaatkan pekarangan rumah lewat kolam terpal untuk patin maupun wadah sederhana untuk ikan hias.
Kegiatan ini membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menekan pengeluaran harian keluarga. Jika terkelola terencana, usaha tersebut juga berpotensi mendatangkan pendapatan tambahan. (*)




