Perkuat Mutu Laboratorium, FKIK Unram Jalani Asesmen Akreditasi SNI ISO
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat kualitas layanan laboratorium melalui asesmen awal SNI ISO/IEC 17025:2017 pada Laboratorium Pendidikan dan Riset Terpadu Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).
Komite Akreditasi Nasional (KAN) menggelar asesmen tersebut di Gedung B FKIK Unram, Rabu, 14 Oktober 2026.
Asesmen ini bertujuan meningkatkan kompetensi laboratorium agar mampu menghasilkan data pengujian yang akurat, teliti, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dua asesor, yakni Dr. Drs. Komar Sutriah, M.Si., dan Annisa Tiana Sheilayanti P., S.Farm., memeriksa kesiapan peralatan, kemampuan personel, penerapan metode pengujian, serta sistem manajemen mutu.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan laboratorium menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang produktif.
Menurutnya, dosen perlu menjalankan tridarma perguruan tinggi secara seimbang melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga menilai Unram perlu memperkuat ekosistem riset melalui pengembangan sistem digital, infrastruktur laboratorium, serta kebijakan yang mendukung produktivitas akademik.
Sukardi menekankan bahwa standardisasi laboratorium menjadi pijakan untuk membangun budaya ilmiah sekaligus mendorong hasil penelitian menuju hilirisasi.
“Yang harus kita bangun adalah scientific culture atau budaya ilmiah. Saat ini kita memperkuat standardisasi, tetapi ke depan riset harus bergerak menuju hilirisasi dan menjawab kebutuhan industri. Kita ingin membangun ekosistem yang memberikan apresiasi lebih besar kepada dosen yang menghasilkan inovasi dan publikasi berkualitas, mendorong produktivitas ilmiah dan menghasilkan karya yang berdampak,” tegasnya.
Pastikan Kompetensi Laboratorium
Asesor KAN, Dr. Drs. Komar Sutriah, M.Si., menjelaskan bahwa akreditasi menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan laboratorium dalam menjalankan pengujian sesuai standar.
“Akreditasi merupakan pengakuan terhadap kompetensi laboratorium. Seluruh aspek, mulai dari peralatan hingga sumber daya manusia, harus mendukung kemampuan laboratorium menghasilkan data yang akurat dan teliti. Standar ini harus benar-benar diterapkan dalam praktik, bukan hanya dipenuhi secara administratif,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Unram dalam memulai proses asesmen. Standar SNI ISO/IEC 17025:2017 menjadi acuan untuk memastikan keandalan hasil pengujian, termasuk analisis merkuri pada sampel rambut, tanah, dan ikan.
Melalui asesmen ini, FKIK Unram dapat mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat, mulai dari fasilitas, kompetensi personel, hingga ruang lingkup pengujian.
Harapannya, penguatan laboratorium mampu mendukung mutu pendidikan dan penelitian sekaligus mendorong Unram menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)




