Kabupaten BimaPeristiwa

Dua Kebakaran Terjadi di Bima dalam Sehari, Kerugian Capai Rp60 Juta

Bima (NTBsatu) – Dua peristiwa kebakaran melanda wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kebakaran tersebut terjadi pada lahan milik warga Desa Nunggi, Kecamatan Wera, serta rumah seorang petani di Desa Lambu, Kecamatan Lambu.

Rentetan peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material hingga puluhan juta rupiah. Salah satu korban, yakni pemilik rumah bernama Bobi (46), mengalami kerugian sekitar Rp60 juta setelah api menghanguskan sebagian besar bangunan beserta barang-barang miliknya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, Ruslan menjelaskan, kebakaran pertama melanda lahan milik warga pada Jumat siang. Lokasi kebakaran berada pada bagian belakang rumah Hairudin, Dusun Karang Baru, Desa Nunggi, Kecamatan Wera.

“Kebakaran itu terjadi di Desa Nunggi, kebakaran lahan terjadi di belakang rumah Hairudin, Dusun Karang Baru,” kata Ruslan kepada NTBsatu.

Ruslan menjelaskan, tim Regu III Damkar Pos Kecamatan Wera menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.20 Wita. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas.

Upaya petugas akhirnya membuahkan hasil. Tim Damkar berhasil mengendalikan api sekitar satu jam setelah menerima laporan.

“Api berhasil dipadamkan pada pukul 15.26 Wita,” tambah Ruslan.

Rumah Petani dan 300 Kg Bawang Hangus

Selain kebakaran lahan pada kawasan Wera, peristiwa serupa juga melanda Desa Lambu, Kecamatan Lambu, pada hari yang sama. Kali ini, api melalap rumah milik Bobi (46), seorang petani, hingga menghanguskan sebagian besar barang berharga miliknya.

Sejumlah barang yang tidak berhasil diselamatkan antara lain sekitar 300 kilogram bawang merah, lemari, sofa, televisi, tempat tidur, kompor gas, hingga surat-surat berharga.

Ruslan menyebut kebakaran tersebut menyebabkan korban mengalami kerugian material cukup besar. Berdasarkan pendataan awal, nilai kerugian mencapai Rp60 juta.

“Bawang merah dan isi rumah hangus terbakar. Korban alami kerugian mencapai Rp60 juta,” ucap Ruslan.

Meski dua kebakaran terjadi pada hari yang sama, kedua peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Menanggapi kejadian itu, Ruslan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.

Ia juga meminta warga menghindari aktivitas pembakaran lahan sembarangan karena kondisi tersebut dapat mempercepat perambatan api menuju bangunan maupun objek lain.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar terus waspada dan jangan sembarangan membakar lahan. Karena cuaca panas dan angin kencang api cepat merambat ke objek yang lain,” kata Ruslan. (MSR)

Artikel Terkait