Tekan Inflasi, Pemprov NTB Dorong Penambahan Pasokan Komoditas
Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB terus berupaya menekan laju inflasi agar dapat turun di bawah angka 4 persen, atau mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) di kisaran 3,5 persen.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB menempuh salah satu upaya utama dengan menambah pasokan sejumlah komoditas penting. Termasuk mengantisipasi kelangkaan pasokan semen.
Kepala Disperindag NTB, H. Lalu Wiranata mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi di NTB per September berada di angka 4,18 persen. Memasuki bulan Oktober, pihaknya berupaya keras mendorong agar angka tersebut terus turun.
Ia menambahkan, Pemerintah mencatat kenaikan harga di beberapa wilayah yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Misalnya di Bima, Dompu, KLU (Kabupaten Lombok Utara), serta wilayah Lombok Timur bagian selatan.
“Kendala transportasi umumnya memicu kenaikan harga di daerah-daerah tersebut. Wilayah Bima mencatat kenaikan paling tinggi, yakni di atas 4 persen,” ujarnya, Senin 19 Oktober 2026.
Ia menyatakan, sebagai langkah konkret, pihaknya telah mengoordinasikan hal ini bersama Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri melalui Direktorat Pengawasan Bapokting (Barang Pokok dan Penting).
Ia menyatakan, Pemerintah meminta produsen dan distributor segera menambah pasokan komoditas ke daerah-daerah yang memiliki distribusi kurang memadai.
Krisis Pasokan Semen Akibat Kendala Pabrik dan Batubara
Ia membeberkan, selain bahan pokok pangan, kelangkaan pasokan semen sempat menyita perhatian serius karena berdampak pada kenaikan inflasi.
“Gangguan produksi pabrik yang tidak menerima pasokan batu bara secara optimal menyebabkan kelangkaan ini. Kondisi tersebut sempat mengejutkan pemerintah, mengingat kebutuhan semen biasanya mencapai 40.000 ton menjelang akhir tahun untuk menunjang berbagai proyek pemerintah serta memulai pembangunan di era kepemimpinan kepala daerah baru,” tambahnya.
Ia menegaskan, selain masalah bahan baku batu bara, pengelola juga mengalami kendala operasional di pelabuhan pengiriman, seperti kerusakan alat packing (pengemasan) semen di Lembar.
Menanggapi persoalan ini, Wiranata mengatakan kementerian terkait telah memanggil para pengelola pabrik untuk memastikan ketersediaan kuota semen bagi daerah.
Saat ini, distributor dilaporkan mulai melancarkan kembali pengiriman semen, di mana petugas di Pelabuhan Lembar kini bisa langsung mengemas pasokan semen curah tersebut.
Pemprov NTB optimis ketersediaan bahan penting ini akan segera pulih sepenuhnya untuk mendukung kelanjutan berbagai proyek pembangunan di NTB. (*)




