Kota MataramPemerintahan

Perkuat Syiar Islam, Wujudkan Perhelatan yang Berkesan

Mataram (NTBSatu) – Kecamatan Mataram memantapkan persiapan sebagai tuan rumah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XXIX Tingkat Kota Mataram 2026.

Mengusung semangat syiar Islam dan kebersamaan, Lapangan Karang Genteng akan menjadi pusat kegiatan yang berlangsung mulai 25 Oktober 2026.

Camat Mataram, Arifiawan Marjun mengatakan, kesuksesan STQH bukan kelancaran perlombaan. Tetapi juga bagaimana menghadirkan suasana yang nyaman, tertib, dan berkesan bagi peserta maupun masyarakat.

“Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dan menarik antusiasme masyarakat yang tinggi. Karena itu, koordinasi dan persiapan terus kami matangkan agar seluruh rangkaian berjalan tertib dan lancar,” ujar Arif, Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurutnya, kesiapan teknis menjadi perhatian penting, terlebih pelaksanaan kegiatan yang melibatkan banyak orang membutuhkan perencanaan matang. Antisipasi terhadap perubahan cuaca turut menjadi prioritas, dengan menjadikan evaluasi kegiatan sebelumnya sebagai bahan perbaikan.

“Kami belajar dari pelaksanaan kegiatan sebelumnya, terutama terkait langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal ini menjadi perhatian agar pelaksanaan STQH berjalan optimal dan masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman,” jelasnya.

Lokasi Pendukung Kegiatan

Tak hanya berfokus pada arena utama, panitia juga menyiapkan sejumlah lokasi pendukung perlombaan. Ada Pondok Pesantren Darul Falah dan Masjid Al-Jihad Lingkar Pratama. Rangkaian kegiatan akan mulai dengan Pawai Ta’aruf yang menjadi bagian dari semarak syiar Islam sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat.

Arifiawan berharap, kolaborasi seluruh pihak mampu menghadirkan penyelenggaraan yang bukan hanya sukses secara teknis, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi masyarakat.

Kehadiran peserta dan pengunjung juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha lokal.

Meningkatnya aktivitas masyarakat selama STQH berpotensi membuka peluang bagi pedagang kuliner, UMKM, serta pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan penjualan.

Dengan demikian, semarak syiar Islam dapat berjalan beriringan dengan geliat ekonomi warga.

“Kami ingin STQH XXIX menjadi syiar Islam yang meriah, nyaman, dan berkesan. Lebih dari itu, kegiatan ini harapannya semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hadis serta mempererat kebersamaan warga,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait