Tak Berkategori

DPRD Sumbawa Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Jelang JKPI 2028

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov., mendorong generasi muda mengambil peran dalam menjaga budaya Kesamawaan menjelang Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2028.

Kabupaten Sumbawa akan menjadi tuan rumah agenda nasional tersebut pada 2028. Karena itu, Nanang menilai pemerintah perlu memanfaatkan momentum JKPI untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap sejarah, situs, dan budaya Sumbawa.

“Nilai budaya Kesamawaan atau budaya tentang Sumbawa harus terus kita dorong untuk tetap tumbuh dan lestari oleh generasi-generasi muda. Pemerintah harus mendukung ini,” ujarnya, Selasa, 6 Oktober 2026.

IKLAN

Menurut Nanang, generasi muda memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah. Pemerintah perlu membuka ruang bagi anak muda, komunitas budaya, dan masyarakat untuk mengenal serta mengembangkan kekayaan budaya Sumbawa.

Selain itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya berpusat di kawasan perkotaan. Nanang mendorong pemerintah memperluas perhatian hingga kecamatan dan desa karena wilayah tersebut menyimpan banyak situs serta nilai budaya.

“Pelestarian budaya lokal harus menyentuh sampai ke tingkat kecamatan dan desa. Karena di sana juga banyak situs dan nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumbawa,” katanya.

IKLAN

JKPI Harus Beri Manfaat Jangka Panjang

Sementara itu, Nanang meminta pemerintah menyiapkan master plan yang matang sebelum pelaksanaan Rakernas JKPI 2028. Menurutnya, perencanaan tersebut penting agar setiap langkah pelestarian memiliki arah dan manfaat yang jelas bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya kami mendukung pelaksanaan Rakernas JKPI 2028 dan revitalisasi Istana Dalam Loka. Tetapi sebelum pelaksanaannya, kita harus memiliki master plan yang matang, sehingga apa yang kita lakukan jelas arahnya dan kebermanfaatannya betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Nanang juga menaruh perhatian pada revitalisasi Istana Dalam Loka sebagai salah satu pusaka penting Sumbawa. Ia meminta pemerintah menjaga nilai sejarah dan karakter asli bangunan saat menjalankan revitalisasi.

“Revitalisasi itu penting, tetapi jangan sampai revitalisasi justru menghilangkan nilai dari situs-situs yang ada. Nilai sejarah dan budaya yang menjadi identitasnya harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Dengan demikian, Nanang berharap JKPI 2028 dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pelestarian budaya Sumbawa. Pemerintah, generasi muda, komunitas, dan masyarakat dapat mengambil peran bersama agar budaya Kesamawaan terus tumbuh di tengah perubahan zaman. (*)

Artikel Terkait