Kasus Stunting Pejeruk Turun Lebih dari Separuh
Mataram (NTBSatu) – Kasus stunting Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, menunjukkan penurunan signifikan. Jumlah kasus yang mencapai 33 pada 2025 kini turun menjadi 15 kasus pada 2026.
Penurunan kasus stunting tersebut merupakan hasil intervensi berkelanjutan yang melibatkan pemerintah kelurahan, kader, sektor kesehatan, masyarakat, hingga pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Lurah Pejeruk, Lalu Bagus Afryadi mengatakan, penanganan stunting berlangsung secara bersama dengan sejumlah program, mulai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) hingga Jalan Sehat Atasi Stunting (Jastis).
“Terakhir di 2025 sekitar 33, dan sekarang sudah berkurang menjadi 15 kasus,” ujar Bagus, Minggu, 4 Oktober 2026.
Program Jastis menjadi salah satu strategi mempercepat penanganan stunting. Setiap kasus langsung ditindaklanjuti petugas bersama kader melalui pola jemput bola.
Petugas mendatangi rumah warga untuk memastikan anak yang membutuhkan penanganan mendapatkan intervensi. Anak kemudian dibawa ke puskesmas atau dirujuk ke rumah sakit sesuai kondisi dan kebutuhan medis.
Data Kelurahan Pejeruk mencatat, 33 kasus stunting pada 2025. Jumlah tersebut berhasil turun menjadi 15 kasus pada 2026.
Bagus menyebut, penurunan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Intervensi berlangsung secara berkelanjutan agar anak yang mengalami masalah pertumbuhan dapat segera mendapatkan penanganan.
Kesibukan Orang Tua Jadi Tantangan
Meski angka kasus menurun, tantangan masih muncul. Salah satunya kesadaran sebagian orang tua untuk membawa anak ke posyandu secara rutin.
“Kadang-kadang warga kita merasa sibuk dan malas membawa anaknya. Akhirnya, kita bersama kader melakukan jemput bola ke rumahnya,” ungkap Bagus.
Karena itu, ia mengimbau orang tua rutin membawa anak ke posyandu. Pemeriksaan berkala penting untuk memantau tumbuh kembang sekaligus mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini.
Bagus berharap penguatan kolaborasi antara pemerintah, orang tua, kader, tenaga kesehatan, masyarakat, dan sektor swasta. Menurutnya, pemantauan penurunan kasus stunting harus terlaksana agar tidak kembali meningkat.
Capaian penurunan dari 33 menjadi 15 kasus menjadi modal penting bagi Kelurahan Pejeruk untuk terus memperkuat penanganan stunting.
“Pemantauan dan intervensi juga perlu intenskan agar kasus baru dapat segera tertangani,” pungkasnya. (*)




