Lombok BaratPemerintahan

Rawan Kebakaran, Narmada-Lingsar Kini Punya Pos Damkar

Lombok Barat (NTBSatu) – Wilayah Narmada dan Lingsar kini memiliki armada Pemadam Kebakaran (Damkar) yang bersiaga untuk merespons kejadian kebakaran.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Barat (Lobar) menempatkan satu armada pada Senin, 28 September 2026. Lokasi armada tersebut ada di sebelah utara Gedung Seni dan Budaya serta kantor camat Narmada.

Kepala Dinas Damkarmat Lobar, Suherman menyebut armada tersebut akan melayani penanganan kebakaran dan penyelamatan di wilayah Narmada-Lingsar. Penempatan armada itu menjadi respons atas kebutuhan waktu tanggap yang lebih cepat.

IKLAN

“Dengan kita tempatkan satu unit di tempat ini, mudah-mudahan semuanya bisa segera teratasi,” kata Suherman kepada NTBSatu, Senin, 28 September 2026.

Sebelumnya, petugas harus bergerak dari markas besar Gerung. Jarak yang terlalu jauh membuat respons petugas membutuhkan waktu lebih panjang.

Suherman juga menyebut, masyarakat Narmada-Lingsar sudah lama mendorong keberadaan layanan Damkar lebih dekat. Suherman mengatakan, satu armada kini bersiaga di wilayah tersebut.

IKLAN

“Kita mulai menempatkan satu armada di tempat ini untuk standby melayani masyarakat,” ujarnya.

Pos Sementara, Bukan UPT Definitif

Damkarmat Lobar menempatkan satu armada dengan enam personel untuk sementara waktu di pos tersebut. Penempatan tersebut mengikuti standar kebutuhan personel satu armada.

Namun, Damkarmat belum menyebut lokasi tersebut sebagai UPT definitif. Suherman menjelaskan, pejabat UPT belum menjalani pelantikan.

“Ini masih belum kita bilang UPT karena belum dilantik juga pejabatnya. Kita namakan pos sementara dulu,” ujarnya.

Penempatan armada juga berkaitan langsung dengan target waktu tanggap Damkarmat. Suherman menyebut, jarak tujuh kilometer menjadi acuan waktu respons 15 menit.

Kondisi sebelumnya membuat petugas harus menempuh jarak cukup jauh dari markas utama. Ia menyebut beberapa wilayah Narmada-Lingsar memiliki jarak tempuh cukup panjang.

“Kalau misalkan ada kejadian kebakaran yang kemarin-kemarin sangat lambat,” ujarnya.

Menurutnya, petugas tidak bisa mengandalkan kecepatan kendaraan semata. Jarak menjadi faktor penting dalam mencapai waktu tanggap yang ditetapkan. Karena itu, penempatan armada lebih dekat menjadi kebutuhan operasional.

“Untuk mencapai respon time itu, kita harus selain kebut-kebutan, secara ketentuannya tidak bisa,” kata Suherman.

Sebelumnya, Damkarmat Lobar mencatat 33 kebakaran terjadi di Lobar sejak awal September hingga 13 September. Sebanyak 25 kejadian merupakan kebakaran lahan. Enam kejadian melanda tempat pembuangan sampah. Dua kejadian lainnya terjadi di pusat kegiatan ekonomi.

Kini, satu armada bersiaga dengan enam personel untuk menghadapi kejadian darurat. Langkah tersebut membuat Narmada-Lingsar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada markas besar. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait