Lombok Timur

10 Ribu Ton Batubara Terbakar di Lombok Timur

Lombok Timur (NTBSatu) – Muatan batubara di kapal tongkang TakeBoat Karya Star 95 terbakar saat kapal berlabuh di Dermaga PT Lombok Energy Dynamics (LED), Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Jumat malam, 4 September 2026.

Kebakaran itu bermula saat kapal dalam perjalanan dari Jetti SJA Samarinda menuju Lombok Timur. Tongkang milik Karya Bintang Timur tersebut mengangkut sekitar 10.000 metrik ton batubara.

CIP TakeBoat Karya Star 95, Tian Manopo mengatakan, perjalanan dari Samarinda menuju Lombok berlangsung selama sembilan hari. Waktu tempuh itu lebih lama dibanding kondisi normal yang biasanya mencapai tujuh hingga delapan hari.

IKLAN

Cuaca buruk dan gelombang tinggi menjadi kendala selama pelayaran. Memasuki hari ketujuh perjalanan, awak kapal menemukan tumpukan batubara yang terbakar di perairan Selat Pulau Jawa.

Awak kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju Lombok.

“Kejadian itu segera dilaporkan sebelum kapal melanjutkan perjalanan ke wilayah Lombok,” kata Tian, Minggu, 6 September 2026.

IKLAN

Kapten Karya Star 95, Bernard Kahimpong mengatakan, pihaknya menduga angin kencang dan suhu panas memicu munculnya api pada tumpukan batubara.

ABK langsung melakukan pemadaman dengan memanfaatkan persediaan air di kapal. Namun, kondisi laut yang bergelombang serta angin kencang membuat proses pemadaman menghadapi kendala.

Keterbatasan personel dan peralatan juga membuat ABK kesulitan mengendalikan api. Kobaran kemudian merambat ke tumpukan batubara lainnya.

“Saat kami mendekati perairan Gili Kondo, pihak kapal berkoordinasi dengan agen untuk menyiapkan bantuan pemadaman sebelum merapat di Dermaga PT LED,” tutur Bernard.

Setelah kapal tiba di Dermaga PT LED, petugas pemadam kebakaran langsung melanjutkan penanganan. Sejumlah armada ikut dikerahkan, yakni WMK Pringgabaya, WMK Sambelia, Mako Pemadam Sukamulia, serta mobil tangki milik PT LED.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi mengatakan, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

“Keterbatasan armada pemadam kebakaran menjadi kendala utama sehingga penanganan membutuhkan waktu cukup lama,” tuturnya.

Penyebab Kebakaran Masih Didalami

Polres Lombok Timur belum memastikan penyebab kebakaran tersebut.

Sejumlah dugaan sempat muncul, mulai dari gesekan antar muatan, suhu panas, hingga pengaruh kondisi cuaca. Namun, Rusmaladi menegaskan seluruh dugaan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Penyebab pasti pihak kami memerlukan pemeriksaan lebih mendalam oleh otoritas berwenang,” jelasnya.

Polres Lombok Timur bersama instansi terkait masih memantau perkembangan situasi di lokasi. Petugas juga terus melakukan penanganan hingga kondisi kapal dan area sekitar benar-benar aman.

Rusmaladi mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran jika tidak memiliki kepentingan. Ia juga meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mendekati area kejadian, dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. Untuk penyebab kebakaran, kita menunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait