NTB

Siswa SMKN 1 Pemenang Curhat Soal Trauma Gempa ke Putri Victoria

Lombok Utara (NTBSatu) – Duta Kehormatan United Nations Development Programme (UNDP) sekaligus Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, mengunjungi SMKN 1 Pemenang, Lombok Utara, Sabtu, 5 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda peninjauan fasilitas pendidikan pascagempa bumi 2018.

Putri Victoria melihat sejumlah fasilitas hasil kerja sama UNDP dengan bank pembangunan asal Jerman, Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW). Ia juga melihat aktivitas pembelajaran serta praktik siswa pada Ruang Praktik Siswa (RPS).

Para siswa menyambut kedatangan Putri Victoria dengan tarian khas Lombok. Mereka kemudian menyanyikan lagu edukasi tentang mitigasi trauma bencana sebelum mendampingi Putri Victoria meninjau kegiatan praktik siswa.

IKLAN

Kepala SMKN 1 Pemenang, Aswida Windartiningsih, bersyukur atas kelancaran seluruh rangkaian kunjungan. Ia menilai Putri Victoria menunjukkan sikap hangat dan antusias saat berinteraksi bersama siswa serta guru.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Respons Putri Victoria sangat antusias. Beliau sempat berdialog dengan para siswa dan guru, bahkan berkenan berfoto bersama kami,” ujar Aswida, Sabtu 5 September 2026.

Siswi Ceritakan Trauma Gempa kepada Putri Victoria

Dalam sesi dialog, seorang siswi kelas XI mendapat kesempatan berbicara langsung bersama Putri Victoria. Siswi tersebut mengalami gempa Lombok 2018 saat masih duduk pada kelas III SD.

IKLAN

Ia menceritakan pengalaman yang masih membekas hingga sekarang. Suara gemuruh maupun bunyi keras terkadang memunculkan rasa takut dan membuatnya refleks ingin berlari.

Aswida mengatakan, Putri Victoria menunjukkan empati saat mendengarkan cerita tersebut. Sekolah pun terus memberikan pendampingan emosional secara berkala untuk membantu siswa mengelola rasa takut setelah mengalami bencana.

Selain membahas pengalaman siswa, Aswida menjelaskan fasilitas pendidikan yang kini menunjang kegiatan belajar mengajar. SMKN 1 Pemenang memiliki enam ruang kelas, empat Ruang Praktik Siswa, satu musala, satu gedung terpadu, dua laboratorium komputer, dan satu perpustakaan.

Seluruh fasilitas utama memiliki struktur tahan gempa dengan rancangan khusus pada bagian fondasi dan kolom. Sekolah juga memasukkan edukasi kebencanaan dalam kegiatan pembelajaran melalui lagu sederhana agar siswa mudah mengingat langkah keselamatan.

“Kami mengajarkan langkah mitigasi secara rutin agar anak-anak tidak panik. Kalau ada gempa lindungi kepala, kalau ada gempa masuk ke kolong meja, kalau ada gempa jauhi kaca-kaca, kalau gempa sudah reda kita lari ke tempat terbuka,” jelas Aswida.

Aswida berharap kunjungan Putri Victoria memberi motivasi bagi warga sekolah untuk menjaga fasilitas pendidikan. Ia juga berharap kerja sama pengembangan pendidikan terus tumbuh sekaligus memperkuat kesiapsiagaan siswa menghadapi potensi bencana. (Japriani)

Artikel Terkait