BPBD: Hampir Seluruh Wilayah Lombok Timur Berpotensi Terjadi Kebakaran
Lombok Timur (NTBSatu) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan. Kondisi cuaca dan aktivitas masyarakat membuat sejumlah wilayah di Lombok Timur memiliki potensi kebakaran yang cukup tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi mengatakan, hampir seluruh wilayah Lombok Timur memiliki potensi kebakaran. Namun, sejumlah kawasan memiliki kerawanan lebih tinggi, terutama wilayah permukiman dan titik-titik yang memiliki aktivitas masyarakat cukup padat.
“Semua berpotensi, terutama daerah yang padat,” ujarnya.
Menurutnya, kebakaran permukiman dapat muncul dari berbagai sumber, termasuk instalasi listrik dan aktivitas masyarakat yang kurang memperhatikan faktor keselamatan. Karena itu, masyarakat perlu memastikan kondisi lingkungan dan sumber-sumber yang berpotensi memicu api.
Selain permukiman, BPBD Lombok Timur juga memberi perhatian khusus terhadap ancaman kebakaran lahan. Pasalnya daerah tersebut masuk dalam daftar wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Potensi tersebut mencakup sejumlah kawasan seperti wilayah Sembelia, Sembalun, Bayan dan kawasan lain yang memiliki lahan terbuka serta vegetasi yang mudah terbakar.
Lalu Mulyadi menyebut kebakaran lahan di Lombok Timur sepanjang 2026 telah mencapai puluhan hektare. Salah satu kejadian terakhir bahkan membakar sekitar 40 hingga lebih dari 50 hektare lahan.
“Terakhir itu sekitar 40 hektare, bahkan lebih, sekitar 50 hektare,” ujarnya.
Kelalaian Manusia Diduga Picu Kebakaran
BPBD menduga, kelalaian manusia menjadi salah satu pemicu utama kebakaran lahan. Salah satu yang paling sering menjadi perhatian yakni kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
Kondisi lahan yang kering membuat api dari puntung rokok dapat dengan cepat menjalar dan meluas. Karena itu, BPBD terus mengingatkan masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di kawasan rawan kebakaran, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Harus dipastikan puntung benar-benar mati dan dibuang di tempat yang aman,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat ikut mencegah kebakaran sejak dari sumbernya. Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih penting karena api dapat meluas dengan cepat ketika kondisi lahan kering.
Di sisi lain, BPBD Lombok Timur juga tetap menyiapkan langkah penanganan terhadap kebutuhan masyarakat ketika bencana terjadi.
Prioritas awal mencakup pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti makanan, minuman, tempat tidur, perlengkapan mandi dan kebutuhan lainnya.
Dengan tingginya potensi kebakaran di sejumlah wilayah, BPBD meminta masyarakat tidak menganggap sepele aktivitas kecil yang dapat memicu api.
Kesadaran dan kehati-hatian warga menjadi salah satu kunci untuk menekan meluasnya kebakaran di Lombok Timur. (*)



