Sumbawa

Mahasiswa NTT dan Ormawa Sumbawa Galang Rp32 Juta untuk Korban Gempa

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Solidaritas mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Sumbawa bergerak membantu warga terdampak gempa di daerah asal mereka. Ikatan Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (IKMAN) Sumbawa bersama sejumlah organisasi mahasiswa (ormawa) di Sumbawa menggalang dana selama tiga hari.

Ketua Umum IKMAN Sumbawa, Manja Saputra A. Kari, mengatakan aksi tersebut mengumpulkan donasi sebesar Rp32.085.500.

“Alhamdulillah, selama penggalangan dana selama tiga hari, total dana yang terkumpul sebesar Rp32.085.500,” ujar Manja kepada NTBSatu, Rabu, 19 Agustus 2026.

IKLAN

Manja menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa dan ormawa yang ikut menguatkan aksi tersebut. Ia juga berterima kasih kepada media yang ikut menyebarkan informasi penggalangan dana.

Menurutnya, mahasiswa NTT di Sumbawa memiliki kepedulian kuat terhadap kondisi warga di daerah asal mereka. Karena itu, mereka mengajak sejumlah elemen mahasiswa di Sumbawa untuk ikut bergerak.

Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan solidaritas bersama. Mahasiswa NTT dan mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa turut mengambil peran dalam penggalangan dana.

IKLAN

“Kami menyampaikan terima kasih kepada teman-teman media dan seluruh elemen mahasiswa NTT yang berada di Sumbawa. Kami juga berterima kasih kepada seluruh mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa,” katanya.

IKMAN Sumbawa mengumpulkan bantuan dalam bentuk uang. Mereka tidak membuka donasi berupa pakaian, makanan, obat-obatan, atau kebutuhan lainnya.Selanjutnya, IKMAN Sumbawa akan mengarahkan dana tersebut untuk membeli kebutuhan pokok bagi warga terdampak. Mereka memilih cara itu setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak di NTT.

Beberapa kader IKMAN Sumbawa juga berada di lokasi terdampak. Para kader tersebut merupakan mahasiswa aktif Universitas Teknologi Sumbawa.

Manja mengatakan kader IKMAN Sumbawa akan bekerja sama dengan pemuda desa. Mereka akan membeli sembako sesuai kebutuhan warga, kemudian membagikannya secara langsung.

“Di lokasi bencana ada beberapa kader IKMAN Sumbawa yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Teknologi Sumbawa. Mereka akan menjadi relawan dan bekerja sama dengan pemuda desa untuk membeli sembako,” jelasnya.

Menurut Manja, langkah tersebut dapat mempercepat bantuan kepada warga. Kader di lokasi juga dapat melihat kebutuhan masyarakat secara langsung.

Fokus pada Bantuan yang Terkumpul

Setelah menyelesaikan penggalangan dana selama tiga hari, IKMAN Sumbawa tidak membuka donasi lanjutan. Manja menjelaskan, pihaknya ingin fokus menyalurkan dana yang sudah terkumpul.

Ia juga berharap berbagai pihak terus memperkuat koordinasi dalam membantu masyarakat terdampak. Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama antara masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, dan kelompok mahasiswa.

“Kami tidak melanjutkan atau membuka penggalangan dana baru untuk korban gempa bumi NTT. Untuk saat ini, kami fokus menyalurkan bantuan yang sudah terkumpul,” ujarnya.

Manja juga berharap bantuan tersebut dapat memberi manfaat bagi warga yang menghadapi dampak gempa. Ia menilai dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu pemulihan warga di daerah terdampak.

Gerakan mahasiswa tersebut sekaligus menunjukkan kepedulian mahasiswa perantauan terhadap kampung halaman. Dari Sumbawa, mereka mengirimkan dukungan melalui bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan warga di lokasi terdampak. (*)

Artikel Terkait