Tujuh Mahasiswa STKIP Tamsis Bima Asah Jiwa Pemimpin di Kampus Malaysia
Bima (NTBSatu) – Tujuh mahasiswa STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima mengikuti Program Kepemimpinan di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, pada 6 hingga 9 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program mobilitas internasional dan International Credit Transfer yang mereka jalani.
Selama empat hari, mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas yang melatih kemampuan memimpin, berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan kelompok.
UiTM mengemas program melalui pembekalan, permainan kelompok, refleksi, hingga penyusunan rencana aksi. Metode tersebut mendorong peserta untuk mempraktikkan nilai kepemimpinan secara langsung.
Belajar Memimpin Lewat Kerja Tim
Kegiatan diawali sesi “Tak Kenal Maka Tak Cinta” untuk membangun kedekatan antarpeserta lintas negara. Peserta kemudian mengikuti sesi “Kepemimpinan Unggul- Evaluasi Diri dan Dokumentasi” yang mengajak mereka mengenali kekuatan dan kelemahan diri.
Materi berikutnya membahas keteladanan dan “Resep Menjadi Seorang Pemimpin”. Peserta mempelajari sejumlah unsur penting dalam kepemimpinan, seperti kepercayaan diri, kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan menghargai kontribusi anggota kelompok.
Dalam sesi “Komitmen Tim”, peserta belajar membagi peran, menyusun strategi, dan membangun kepercayaan. Mereka kemudian menguji kemampuan tersebut melalui permainan kelompok dengan lima checkpoint.
Setiap kelompok menghadapi tantangan yang menuntut komunikasi dan pengambilan keputusan secara cepat. Aktivitas tersebut sekaligus melatih kemampuan peserta menjaga kekompakan ketika menghadapi tekanan.
Program juga membahas kepemimpinan pada era digital melalui sesi “Media Sosial dan Kepemimpinan”. Peserta mempelajari pengaruh perilaku pemimpin di media sosial terhadap citra pribadi maupun organisasi.
Bekal untuk Kembali ke Bima
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti “Komunikasi Efektif” dan “Manajemen Tim”. Kedua materi tersebut mengasah kemampuan mendengar secara aktif, menyampaikan gagasan dengan jelas, membagi tugas, serta menyelesaikan persoalan dalam kelompok yang memiliki latar belakang beragam.
Program kemudian berakhir melalui sesi “Komitmen sebagai Pewaris Bangsa dan Rencana Aksi Kepemimpinan”. Peserta menyusun rencana aksi konkret agar nilai kepemimpinan yang mereka pelajari dapat mereka terapkan setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Bagi tujuh mahasiswa STKIP Tamsis Bima, kegiatan tersebut memperluas pengalaman mobilitas akademik. Mereka tidak hanya mengikuti kelas International Credit Transfer, tetapi juga terlibat dalam aktivitas pengembangan mahasiswa di lingkungan UiTM.
Selama program berlangsung, mahasiswa mendapat pendampingan dari dua liaison officer, Dr. Ahmad Faris dan Dr. Intan Suzila. Pengalaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas budaya.
Setelah kembali ke Bima, para mahasiswa akan menghadapi tahap penting untuk menerapkan rencana aksi yang mereka susun selama mengikuti program. (*)




