Pemerintahan

NTB Surplus Beras 307 Ribu Ton, Pemprov Pastikan Stok Pangan Aman hingga Musim Kemarau

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras, tetap aman. Meski, wilayah NTB menghadapi potensi kemarau panjang pada 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan, pemerintah terus memantau stok beras. Termasuk, melakukan inspeksi langsung ke gudang Bulog.

“Stok kita aman untuk beras. Saya hampir tiap hari sidak juga ke gudang Bulog, aman,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 13 Mei 2026.

IKLAN

Mirza menyebut, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) di NTB masih aman. Ia memperkirakan stok pangan daerah mampu mencukupi kebutuhan masyarakat lebih dari satu tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA), potensi produksi gabah kering giling (GKG) di NTB selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 1.175.807 ton. “Kalau kita konversi menjadi beras, jumlahnya sekitar 669.681 ton,” katanya.

Sementara itu, kebutuhan beras masyarakat NTB dengan jumlah penduduk sekitar 5,8 juta jiwa hanya mencapai 362.000 ton. Kondisi tersebut membuat NTB mencatat, surplus beras sekitar 307.666 ton pada triwulan/semester pertama 2026.

IKLAN

“Dari produksi Januari sampai Juni saja kita sudah surplus 307 ribu ton lebih. Jadi untuk NTB insyaAllah aman,” ucapnya.

Siap Hadapi Kemarau dan El Nino

Mirza juga memastikan, kondisi tersebut tetap aman menghadapi musim kemarau maupun potensi El Nino. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi, adaptasi, dan mitigasi untuk menjaga produktivitas pertanian saat kemarau.

Langkah tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan kering, pemanfaatan sumber air dan pompa, perbaikan infrastruktur pertanian, penggunaan benih unggul berumur pendek, hingga percepatan masa tanam. “Daerah yang dekat sumber air tetap kita arahkan untuk tanam. Jadi petani jangan memaksakan tanam padi di lahan yang kekurangan air,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi prediksi kemarau panjang, karena NTB telah beberapa kali menghadapi El Nino dan tetap mampu menjaga ketahanan pangan daerah. “Pengalaman-pengalaman sebelumnya itulah yang kita gunakan sekarang. InsyaAllah aman,” katanya.

Selain itu, Mirza meminta petani mulai menyesuaikan pola tanam dan menggunakan teknologi hemat air agar produksi pertanian tetap terjaga selama musim kemarau.

Menanggapi terkait CPPD di Kabupaten Sumbawa yang tersisa sekitar 5 ton dan belum memiliki anggaran pengadaan 2026, Mirza menilai kondisi tersebut masih bisa tertangani melalui kolaborasi lintas instansi. Menurutnya, bantuan pangan tidak hanya bersumber dari CPPD, tetapi juga bisa berasal dari Bulog dan stakeholder lainnya.

“Oleh karena itu Pak Gubernur menghimbau saat kondisi fiskal terbatas, kita harus banyak kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder lain,” tambahnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button