Lombok Barat

Operator Kapal Cepat Masuk di Pelabuhan Senggigi, PAD Lobar Diprediksi Melonjak

Lombok Barat (NTBSatu) – Pelabuhan Senggigi kembali dilirik karena potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah menggandeng platform tiket daring Easybook, pelabuhan yang direncanakan akan menjadi gerbang wisata utama dari Bali ke Lombok ini kini diminati operator kapal cepat.

Masuknya operator baru tak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga membuka peluang peningkatan PAD secara signifikan kedepannya.. Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat (Lobar), M. Hendrayadi mengungkapkan, kehadiran sistem tiket online turut meningkatkan kepercayaan pelaku usaha transportasi laut terhadap Pelabuhan Senggigi.

“Kepercayaan kepada Pelabuhan Senggigi menjadi bertambah dengan adanya Easybook, dibuktikan dengan sudah munculnya trip baru oleh operator baru, yaitu PT SemayaOne,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Saat ini, kerja sama dengan Easybook masih dalam tahap penyiapan teknis, termasuk pemasangan perangkat pendukung untuk menunjang operasional pelabuhan modern. Meski sistem tiket daring baru akan diterapkan penuh pada Mei mendatang, operator kapal cepat sudah lebih dulu mengamankan rute mereka.

Rute yang dikonfirmasi mencakup jalur Bali – Lombok hingga Bali – Gili dengan transit di Senggigi. Hal ini memperkuat posisi pelabuhan sebagai simpul strategis pariwisata.

Dampaknya pun langsung terasa pada peningkatan frekuensi perjalanan. Jika sebelumnya hanya terdapat tujuh trip dari dua operator, kini jumlahnya diproyeksikan melonjak menjadi 10 hingga 12 trip per hari setelah masuknya operator baru.

“Kalau ini bisa berjalan, secara riil harapan Pemkab itu terwujud karena adanya penambahan trip yang cukup signifikan, dari dua saat ini plus SemayaOne menjadi tiga operator,” tambahnya.

Modernisasi Pelayanan

Selain peningkatan jumlah trip, modernisasi juga dilakukan dari sisi layanan. Easybook akan menyiapkan fasilitas seperti watergate, monitor pemantau, hingga tenaga khusus untuk membantu proses check-in penumpang berbasis sistem digital.

“Dia juga menyiapkan tenaga untuk check-in-nya karena semua melalui sistem,” jelas Hendrayadi.

Lonjakan aktivitas ini sejalan dengan tren peningkatan jumlah penumpang. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 40 ribu penumpang berangkat dan jumlah serupa tiba di Pelabuhan Senggigi, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Memasuki awal 2026, tren tersebut terus menunjukkan pertumbuhan positif dari bulan ke bulan. Hal ini menjadi sinyal kuat jalur laut semakin diminati, terutama di tengah kenaikan harga tiket pesawat.

Kondisi ini turut mendorong optimisme pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD dari sektor pelabuhan. Tahun sebelumnya, kontribusi PAD dari jasa labuh dan pas pelabuhan mencapai sekitar Rp500 juta.

Kini, Dinas Perhubungan Lobar bahkan menargetkan lonjakan signifikan hingga dua kali lipat. “Dua kali lipat, malah saya yakin bisa,” ucapnya optimistis.

Target PAD yang semula dipatok Rp700 juta pada 2026 berpotensi naik menjadi Rp1,2 miliar dalam APBD Perubahan mendatang. “Kita optimis bisa naik dari 700 juta ke 1,2 miliar,” tutup Hendrayadi. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button