Lombok Barat

Angin Puting Beliung Rusak Belasan Rumah di Desa Kekeri Lombok Barat

Lombok Barat (NTBSatu) – Bencana angin puting beliung melanda permukiman warga di Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin sore, 20 April 2026, sekitar pukul 15.15 Wita.

Cuaca ekstrem yang mengakibatkan angin puting beliung ini, mengakibatkan belasan rumah mengalami kerusakan fisik hingga satu keluarga terpaksa mengungsi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin mengungkapkan kronologi kejadian yang berawal dari cuaca ekstrem.

“Angin puting beliung berlangsung dalam waktu singkat, namun memiliki kekuatan yang cukup besar sehingga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga,” katanya, Selasa, 21 April 2026.

Peristiwa tersebut berlangsung saat sebagian besar warga, tengah melakukan aktivitas. Tiba-tiba pusaran angin bergerak cepat melintasi Dusun Kekeri Timur dan Dusun Kekeri Barat, hingga membuat material bangunan berserakan.

Dampak dan Sebaran Kerusakan

Dari laporan BPBD, tedapat 12 unit rumah warga terdampak langsung. Satu unit rumah mengalami rusak berat di Dusun Kekeri Timur, sehingga pemiliknya harus mengungsi dan tujuh lainnya rusak ringan.

Sedangkan di Dusun Kekeri Barat, empat unit rumah mengalami rusak ringan. Sehingga, secara keseluruhan, terdapat 40 jiwa yang terdampak dari bencana ini.

Selain kerugian secara material, berupa kerusakan perabotan dan bangunan. Warga juga sempat panik dan ketakutan saat angin puting beliung muncul secara mendadak.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, sudah menuju lokasi untuk melakukan pendataan dan identifikasi kebutuhan mendesak. Sejauh ini, warga masih membutuhkan bantuan logistik berupa terpal, perlengkapan tidur, kebutuhan bayi, dan makanan siap saji.

Peringatan Dini Cuaca dan Potensi Hidrometeorologi

Berdasarkan peringatan BMKG, wilayah NTB sedang dalam masa peralihan musim atau pancaroba. Dengan pembentukan awan konvektif yang sering memicu cuaca ekstrem secara berkala.

Pada masa ini, BMKG mengingatkan terkait potensi hujan dengan intensitas signifikan dan angin kencang berdurasi singkat masih sangat tinggi untuk sepuluh hari ke depan.

Sadimin mengimbau masyarakat untuk lebih waspada selama sepuluh hari ke depan, mengingat potensi hujan signifikan masih cukup tinggi pada masa transisi.

“Masyarakat diharapkan untuk terus waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis, seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” tutupnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button