161 Pendaftar RSUD Tripat Ikut Tes, Sistem CAT Diterapkan untuk Tutup Celah “Titipan”
Lombok Barat (NTBSatu) – Pasca polemik kebijakan yang merumahkan puluhan pegawai RSUD Tripat (Patut Patuh Patju), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat akhirnya membuka tes tulis untuk rekrutmen pegawai di posisi yang masih kosong. Tes tulis berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT) digelar pada Minggu, 19 April 2026, dengan mengedepankan transparansi dan sistem seleksi terbuka.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini menegaskan, seluruh proses seleksi dirancang untuk menutup ruang intervensi. Termasuk praktik titipan yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.
“Semua berbasis komputer. Peserta langsung tahu nilainya, mana yang benar, mana yang salah. Tidak ada ruang untuk dimainkan,” tegasnya, Minggu, 19 April 2026.
Menurutnya, sistem ini juga menggunakan skema passing grade dan peringkat nilai. Peserta dengan nilai tertinggi akan diprioritaskan sesuai jumlah formasi yang tersedia. Namun, dalam kondisi tertentu, batas minimal tetap menjadi acuan kelulusan.
Pertaruhan Integritas Setelah Perumahan Pegawai
Ia menekankan bahwa rekrutmen ini menjadi pertaruhan integritas pemerintah daerah, terutama di tengah upaya pembenahan manajemen RSUD Tripat pasca kebijakan penataan pegawai sebelumnya.
“Kalau satu saja titipan terbukti, publik akan menganggap semuanya titipan. Itu yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Tripat, dr. Suriyadi, menjelaskan bahwa tes tulis ini merupakan lanjutan dari tahapan seleksi administrasi dan verifikasi berkas. Dari sekitar 800 pendaftar, tersaring 161 peserta yang berhak mengikuti ujian CAT.
Tes dilakukan dalam dua gelombang, masing-masing diikuti 81 dan 80 peserta. Hasil ujian dapat langsung diketahui setelah peserta menyelesaikan tes.
“Nilainya keluar saat itu juga. Semua bisa lihat, bahkan dicatat langsung oleh peserta. Jadi benar-benar transparan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem ini melibatkan pengawasan dari berbagai pihak, termasuk Inspektorat, BKD, dan Dewan Pengawas, guna memastikan proses berjalan objektif.
“Dengan sistem CAT, tidak mungkin ada intervensi. Semua berbasis sistem dan terbuka,” katanya.
Setelah tahap tes tulis, peserta yang lulus akan melanjutkan ke seleksi kompetensi sesuai bidang masing-masing, mulai dari tenaga medis seperti perawat dan fisioterapis, hingga tes kesehatan fisik dan psikologis. Tahap akhir berupa wawancara akan menentukan kecocokan kepribadian dan kemampuan komunikasi peserta.
“Rumah sakit itu layanan jasa. Jadi bukan hanya kompetensi teknis, tapi juga sikap dan komunikasi,” tambah Suriyadi.
Dari keseluruhan proses, RSUD Tripat menargetkan merekrut 74 pegawai baru. Seleksi ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga kesehatan dan pendukung yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit ke depan.
Langkah ini sekaligus menjadi ujian komitmen Pemkab Lombok Barat dalam membangun sistem birokrasi yang lebih bersih dan profesional, terutama di sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (Zani)



