Kota Mataram

Gerbong Mutasi Pemprov NTB “Sapu” Dua Pejabat Kota Mataram

Mataram (NTBSatu) – Dinamika birokrasi di lingkup Pemerintah Kota Mataram kembali bergeliat. Dua pejabat strategis Pemkot Mataram resmi hijrah ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Hal ini setelah lolos seleksi terbuka dan dilantik oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Pendopo Gubernur, Kamis, 9 April 2026.

Dua pejabat tersebut adalah Baiq Nelly Kusumawati, mantan Asisten III Setda Kota Mataram yang kini menjabat Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD Provinsi NTB. Selain itu, ada pula Srianingsih dari RSUD Kota Mataram yang kini menduduki jabatan Wakil Direktur Umum dan Operasional RSUD Provinsi NTB.

Menanggapi kekosongan jabatan tersebut, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyatakan pihaknya akan segera melakukan pengisian jabatan. Khususnya posisi Asisten III, melalui mekanisme seleksi terbuka (selter).

“Dalam waktu dekat akan kita isi, karena jabatan tersebut sangat vital di pemerintah kota,” ujar Mohan, Jumat, 10 April 2026.

Mohan menjelaskan, jabatan Asisten III memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan perumusan kebijakan, pelayanan administratif, serta pembinaan ASN. Oleh karena itu, Pemkot Mataram berencana melakukan pengisian jabatan ini serentak dengan puluhan jabatan kosong lainnya di level eselon II, III, hingga IV.

“Kemungkinan akan kita satukan dalam satu pelantikan. Termasuk jabatan camat dan lurah yang saat ini masih kosong. Kita upayakan tidak sampai sebulan,” tambah Wali Kota.

Perlu Uji Kompetensi

Sejalan dengan arahan Wali Kota, Kepala BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono, mengungkapkan bahwa teknis pengisian bisa diawali dengan Uji Kompetensi (Ukom) sebelum melangkah ke seleksi terbuka. Saat ini, BKPSDM juga tengah mematangkan regulasi Manajemen Talenta untuk memetakan kualifikasi pejabat agar penempatan sesuai dengan kompetensi.

“Kita Ukom dulu, nanti tergantung Pak Wali. Apakah Pak Wali mau langsung di-Pansel, kita akan laksanakan seleksi terbuka,” jelas Taufik, Minggu, 12 April 2026.

Taufik juga menegaskan, posisi Asisten III tidak terpaku pada gender tertentu, meski sebelumnya yang mengisi posisi tersebut adalah pejabat perempuan.

“Asisten III ini kan tidak melihat gender sebenarnya. Siapa yang layak, siapa yang memenuhi syarat dan kompetensi, itu yang nanti akan kita tempatkan di sana. Mau laki-laki atau perempuan sama,” pungkas Taufik. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button