Sumbawa

Din Syamsuddin Soroti Jalan Rusak di Sumbawa: Tiga Gubernur Lewat, Belum Ada Perbaikan

Mataram (NTBSatu) – Tokoh nasional Prof. Dr. KH. M. Sirajuddin Syamsuddin atau Prof. Din Syamsuddin menyoroti kondisi jalan provinsi di Kabupaten Sumbawa. Hingga kini kondisi jalan tersebut belum juga mengalami perbaikan meski sudah bertahun-tahun rusak.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara Halalbihalal Ikatan Keluarga Samawa (IKS) di UIN Mataram, pada Minggu, 12 April 2026.

Dalam sambutannya, Din mengungkapkan ruas jalan Sumbawa–Lunyuk hingga Lenangguar masih rusak meski sudah melewati masa kepemimpinan beberapa gubernur.

“Ini sudah tiga gubernur, jalan Sumbawa di Lenangguar masih rusak,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya saling lempar tanggung jawab antara pemerintah kabupaten dan provinsi terkait status jalan tersebut. Menurutnya, kondisi ini berdampak pada akses menuju pesantren yang sering menerima tamu dari berbagai daerah.

Din mengaku, sempat khawatir saat menerima kunjungan Wamendiktisaintek, Prof. Stella Christie, karena kondisi jalan kurang layak dilalui. Selain itu, ia menyinggung janji sejumlah kepala daerah sebelumnya, yang belum terealisasi hingga kini.

Din Syamsyuddin berharap, pemerintah segera mengambil langkah konkret. Terlebih menjelang rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada acara Tasyakur 10 Tahun Pesantren Modern Internasional Dea Malela pada 17 Juli mendatang.

Ia bahkan berkelakar akan meminta Presiden menempuh jalur darat agar bisa melihat langsung kondisi jalan tersebut.

“Saya akan bilang, jangan pakai helikopter, lewat jalan darat, biar tahu kondisinya,” ujarnya.

Respons Gubernur NTB

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memberi perhatian lebih pada pembangunan di wilayah Sumbawa.

Iqbal mengungkapkan, pada tahun pertama kepemimpinannya, pemerintah provinsi mengalokasikan lebih banyak proyek dan anggaran ke Pulau Sumbawa dibandingkan Lombok.

Ia juga mengakui masih ada wilayah terisolasi di tiga kecamatan, seperti Batu Rotok dan Orong Telu, yang mengalami kesulitan akses, terutama saat musim hujan.

“Sudah 80 tahun merdeka, tapi tiga kecamatan ini belum merdeka,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov NTB bersama pemerintah pusat menyepakati pembangunan tiga ruas jalan melalui skema multi-years dengan total anggaran sekitar Rp385 miliar.

Iqbal berharap proyek tersebut segera berjalan sehingga akses masyarakat di wilayah terpencil terbuka dan aktivitas ekonomi semakin lancar.

“InsyaAllah akan tetap kita perjuangkan,” katanya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button